Jumat, 14 Juni 2024

Selamat Jalan Sahabat Mpe….

Oleh: M. Nigara *

“SIANG Bang. Ini saya, mohon waktu untuk bisa isi acara dialog publik di Gerja Sion sama Bang Yes dan Lutfi,” begitu telpon Mpe alias Steven Musa, wartawan Suara Pembaruan yang juga anggota DPRD DKI dari Partai PDIP, suatu siang 2021.

Ide dialok publik terkait kebijakan pemda memang menjadi bagian yang wajib dilakukan oleh anggota dewan. Mereka ingin tahu persis sampai atau tidak program pemerintah daerah ke masyarakat.

Hebatnya, Mpe meminta teman-teman wartawan olahraga untuk mengisinya. Apalagi, ada keinginan darinya untuk menambah kebijakan pemda di sektor olahraga.

Karena sudah banyak alih fungsi, maka Mpe berkeinginan agar pemda DKI menyiapkan lahan-lahan kosong untuk difungsikan sebagai sarana olahraga. Jadi, meski sudah menjadi anggota dewan, basisnya sebagai wartawan olahraga, khususnya anggota Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) masih lekat di dirinya.

Di hari yang sudah ditentukan, saya bersama sahabat Yesayas dan Lutfi Sukri, ada juga Suharto Olii, Petruk, dan tentu saja Mpe. Diskusi publik pun terjadi.

Beberapa bulan kemudian, Mpe meminta saya dan Sahabat Yesayas untuk melakukan dialok publik lagi di Ancol Barat. Dialok dipimpin juga oleh Lutfi.

Mpe, memang luar biasa. Karir politiknya begitu memgejutkan. Awalnya saya tidak pernah mengira Mpe beralih menjadi politisi. Tiba-tiba dari sahabat Eddy Lahengko yang juga masih saudara dengan Mpe, memberi tahu.

“Selamat ya Mpe!” kaya saya melalui telpon.

Mpe pun merespon dengan baik. Sungguh, ketika banyak orang-orang yang sudah naik derajat berubah, Mpe tidak begitu. Bahkan, meski sepanjang karir jurnalistik saya belum pernah meliput bareng bersama, tapi persahabatan Mpe pada saya begitu luar biasa.

Ia menghormati senioritas, ia juga sangat baik dalam berkomunikasi. Tidak ada kesan kesombongan sama sekali. Apalagi dia dari partai pemenang. Tapi, itulah Mpe, orang yang rendah hati.

Mpe sebenarnya punya misi yang belum kesampaian hingga akhir menjemputnya. “Abang bersediakan dialok terbuka dengan Toro?” tanya Mpe di depan Yes, saat kami tampil di Ancol itu.

“Bulan depan, di Kankon ya,” tegasnya.

Rencana boleh saja diutarakan, tetapi ada yang lebih menyayangi Mpe. Ia jatuh sakit, kemudian seperti selalu disampaikan TB. Adhi, sahabat karib Mpe, perkembangan selalu disampaikan.

Siang, Senin (9/10/23), tepat 13.44, TB. Adhi menuliskan: KABAR DUKA: baru saja mendapat kabar; sahabat kita, Steven Setiabudi Musa, meninggal dunia. Semoga memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya. Aaamiiin YRA

Rasanya begitu cepat Mpe berpulang. Sekali lagi, meski tidak seiring sejalan saat masih meliput, tapi kepribadian Mpe yang luar biasa membuat saya sangat kehilangan.

Selamat jalan sahabat, semoga Tuhan Yang Maha Esa menempatkan engkau di tempat terbaik. Semoga kebaikan dan ketulusanmu bersahabat menjadi ibadah. Aamiin…


*Penulis, M. Nigara, wartawan senior

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru