JAKARTA – Sistem Kalinka Baru merupakan sistem pemantauan Rusia baru yang dikembangkan oleh Center for Unmanned Systems and Technologies (CBST), yang dirancang untuk mendeteksi dan menemukan sinyal yang dipancarkan oleh stasiun komunikasi satelit seperti Starlink milik Elon Musk yang terkenal itu.
Sistem Kalinka baru Rusia mampu menonaktifkan Starlink di Ukraina setelah mendeteksi terminal Starlink
“Sistem baru ini dapat membantu mendeteksi dan menargetkan terminal Starlink dengan cepat karena prinsip dasar transmisi sinyal radio tidak berubah sejak penemuan radio,” kata Andrey Bezrukov, ketua dewan CBST, dilansir Bergelora.com dilansir dari Sputnik, di Jakarta, Selasa (17/12)
Menurut Bezrukov, bahkan penggunaan Starshield, versi Starlink yang dimiliterisasi, oleh pasukan Ukraina tidak akan dapat menyembunyikan terminal komunikasi mereka dari pandangan Kalinka.
Sistem Kalinka akan membantu tentara Rusia di Zona Konflik. Jangkauan deteksi Kalinka terutama ditentukan oleh medan di area pencarian dan oleh penggunaan sistem elektronik lainnya oleh musuh.
Mengenai waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi Kalinka secara massal, Bezrukov mengatakan bahwa semuanya tergantung pada permintaan dari pasukan Rusia yang beroperasi di zona konflik. Dengan demikian Kalinka akan menghambat pergerakan tentara Ukraina di medan tempur.
Sejumlah besar terminal komunikasi Starlink telah diberikan kepada militer Ukraina oleh Amerika Serikat setelah eskalasi konflik pada Februari 2022.
Selain mengoordinasikan operasi militer mereka, pasukan Ukraina telah secara aktif menggunakan Starlink untuk terhubung dengan pesawat nirawak udara dan laut yang telah digunakan Kiev untuk serangan teroris terhadap infrastruktur sipil di Rusia.
Sejak dimulainya perang di Ukraina pada Februari 2022, Amerika Serikat telah menyediakan sejumlah besar terminal komunikasi Starlink kepada militer Ukraina.
Pasukan Ukraina telah menggunakan Starlink secara ekstensif untuk mengoordinasikan operasi militer dan mengendalikan pesawat tak berawak udara dan laut yang dikerahkan dalam serangan terhadap infrastruktur Rusia.
Starlink, yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk, adalah jaringan satelit orbit Bumi rendah yang dirancang untuk memberikan akses internet ke daerah-daerah terpencil atau kawasan di mana infrastruktur komunikasi konvensional telah terganggu.
Pada tahun 2022, Musk menolak permintaan untuk mengaktifkan Starlink di kota Sevastopol di Krimea guna mendukung serangan Ukraina terhadap armada angkatan laut Rusia, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut akan membuat SpaceX “secara eksplisit terlibat dalam tindakan perang dan eskalasi konflik yang besar”.
Ukraina Terdesak
Secara terpisah dilaporkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui pasukannya mengalami kesulitan di sektor Pokrovsk dan Kurakhovo, bagian barat oblast Donetsk.
Zelensky mengatakan hal itu setelah dirinya bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrsky.
Jenderal Syrsky melaporkan kepada Zelensky mengenai kondisi peperangan dan garis depan di Ukraina pada Minggu (15/12/2024).
“Tentu saja, hari ini ada laporan dari Panglima Tertinggi Syrsky. Laporan itu tentang situasi di garis depan dan di area operasi Kursk. Situasinya sulit di arah Pokrovske dan di Kurakhove. Saya berterima kasih kepada semua unit yang menghancurkan penjajah di sana,” kata kepala negara dikutip dari RBC-Ukfraine, Senin (16/12/2024).
Seperti diberitakan sebelumnya, Ukraina terus terdesak di kota Pokrovsk dan Kurakhovo.
Dua kota yang terletak berdekatan di barat daya Donetsk tersebut terus mengalami serangan dari Rusia dengan intensitas yang sangat tinggi.
Di Pokrovsk, seperti dikutip oleh Ukrinform, dalam 24 jam terakhir dijatuhi bom berpemandu dan drone-drone bunuh diri Rusia.
Staf Umum Militer Ukraina menyatakan pasukannya menghalau 52 serangan musuh di dekat Myroliubivka, Promin, Lysivka, Dachenske, Novyi Trud, Sukhyi Yar, Zelene, Pishchane, Petrivka, Shevchenko, Novotroitske, Ukrainka, dan Novoolenivka. Pasukan Rusia juga mengebom Stara Mykolaivka, Nova Poltavka, dan Hrodivka.
Sementara di sektor Kurakhovo, pasukan bertahan Ukraina meredam 50 serangan musuh di dekat Sontsivka, Stari Terny, Zoria, Kurakhove, Lysivka, Yelyzavetivka, Hannivka, dan Uspenivka.
Rusia menggunakan bom FAB 250, drone kamikaze dan rudal untuk menguasai wlayah pusat kota Kurakhove.
Informasi publik Ukraina, Deep State menyebutkan bahwa pasukan Rusia telah menguasai kantor wali kota Kurakhovo dan mengibarkan bendera Rusia di gedung-gedung bertingkat.
Sementara pasukan Kiev kini menduduki wilayah perindustrian di kota tersebut. Pasukan Vladimir Putin diperkirakan akan mengepung keberadaan musuhnya tersebut. (Web Warouw)