Sabtu, 15 Juni 2024

SIAPA PEWARIS MEGAWATI..? Bantah Tak Solid, Elite PDI-P Sebut Semua Kader Boleh Berpendapat Sebelum Megawati Ambil Keputusan

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan membantah anggapan yang menyebut partainya tidak solid dan terdapat perbedaan pendapat antara Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP Puan Maharani. Basarah menyatakan, PDI-P tetap solid dan semua kader punya hak untuk berpendapat selama Megawati belum memutuskan sikap resmi yang diambil oleh partai.

“PDI Perjuangan tetap kompak dengan sistem demokrasi terpimpin. Sepanjang Bu Mega belum memutuskan satu sikap resmi atas nama kepartaian, seluruh anggota PDI Perjuangan boleh berpendapat,” kata Basarah di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (20/5/2024).

Disinyalir Berbeda Menurut dia, perbedaan pendapat yang disebut-sebut terjadi di internal PDI-P saat ini disebabkan oleh belum adanya keputusan politik dari Megawati.

Basarah meyakini, semua kader PDI-P akan mempunyai sikap yang seragam ketika Megawati sudah menyampaikan sikapnya.

“Tapi, ketika Bu Mega sudah memutuskan dengan hak prerogatif itu, maka seluruh kader PDI Perjuangan akan tegak lurus pada keputusan yang Ibu Mega ambil,” kata Wakil Ketua MPR itu.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan sebelumnya, pakar hukum tata negara Refly Harun menduga internal PDI-P tidak solid karena ada perbedaan pendapat antara Megawati, Puan, dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

“Puan beda, Megawati beda, Hasto beda. Bahkan Puan datang ke Prabowo halal bihalal, Megawati suaranya enggak jelas, tapi pakai amicus curiae (saat sidang sengketa Pemilu Presiden 2024 di Mahkamah Konstitusi),” ujar Refly dalam program Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Jumat (17/5/2024).

“Nah, dari situ kita enggak jelas, PDI-P dan Megawati not a single message anymore. Jadi kalau dulu PDI-P itu single message, apa yang dikatakan Megawati itulah sikap PDI-P, sekarang enggak lagi,” kata dia.

Adapun Megawati sempat mengirimkan amicus curae atau pernyataan sikap sebagai sahabat peradilan sebelum MK mengetuk palu putusan atas sengketa hasil Pilpres 2024 beberapa waktu lalu. Sementara, Puan sempat mengikuti acara buka bersama di kediaman Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, saat bulan Ramadhan kemarin.

Menurut Refly, perbedaan sikap kedua elite menjadi salah satu alasan mengapa kini PDI-P terkesan tidak tegas dalam menyikapi pemerintahan ke depan.

Pergantian Ketum

Sementara itu beredar isu pergantian Ketua Umum PDI perjuangan akan dilakukan dalam waktu dekat. Partai ini akan menyelenggarakan Rakernas pada Senin (20/5) sebagai prolog pergantian pimpinannya.

Seorang pengamat menyatakan Megawati sedang mempersiapkan Prananda Prabowo untuk menggantikan dirinya.

“Kemungkinan besar Prananda Prabowo akan ditampilkan untuk menggantikan Megawati nantinya,” demikian seorang wartawan senior yang belum mau disebut namanya.

Ia mengatakan memang ada perbedaan pandangan antara Megawati dan Puan Maharani tentang posisi PDIP dimasa depan menanggapi pemerintahan Prabowo Gibran kelak.

“Bu Mega tetap berkeras PDIP mengambil jalan oposisi, sementara Puan Maharani sedang berusaha menetralisir dan menerima kemenangan Prabowo Gibran,” ulasnya. Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru