Kamis, 18 Juli 2024

Sikaat…! Harakiri, Cara Tepat Bagi Komikus Jepang Penghina Presiden RI

Onan Hiroshi minta maaf (Ist)

JAKARTA- Permintaan maaf dan pernyataan malu dari Onan Hiroshi, seorang komikus Jepang atas penghinaan kepada Joko Widodo sebagai Presiden dan Kepala Negara RI, tidak mudah diterima begitu saja. Sesuai dengan tradisi dan kebiasaan Jepang, sudah seharusnya komikus itu melakukan harakiri (bunuh diri) sebagai tanda penyesalan atas perbuatan yang memalukan. Hal ini ditegaskan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah, Benny Rhamdani (Brani) kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (26/2)

“Harakiri adalah cara yang tepat menebus kesalahan atas penghinaan yang dilakukan komikus Jepang pada Presiden RI Joko Widodo, daripada sekedar minta maaf dengan cara bersujud,” tegasnya.

Menurutnya penghinaan komikus Jepang adalah penghinaan pada seluruh rakyat Indonesia dan sangat berpotensi merusak hubungan Jepang dan Indonesia yang selama ini sudah dijalin.

“Tindakan tidak etis dari komikus itu dilakukan kepada kepala pemerintahan negara yang dipilih oleh mayoritas Rakyat Indonesia dalam pemilu 2014.  Jabatan Presiden itu adalah simbol negara,” tegasnya.

Pemerintahan Jepang harus bertanggung jawab atas tindakan warga negaranya yang Presiden RI Joko Widodo dengan adegan-adegan komik yang tidak senonoh dan tidak bertanggung jawab.

“Itu tandanya pemerintahan Jepang tidak memberikan informasi yang benar pada rakyatnya, sehingga seorang seniman dengan informasi yang salah menyerang kepala negara Republik Indonesia,” ujarnya

Kurang Ajar

Sebelumnya, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengutuk keras tindakan seorang kartunis yang menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai peminta-minta proyek.

“Ahh Itu kurang ajar tuh, kurang ajar tuh bilang. Iya ya kurang ajar,” ujarnya kepada pers, Minggu (25/2)

Komik ini diposting OnanHiroshi di akun twitternya, @hiroshionan. Unggahan Hiroshion ini diunggah dalam dua bagian. Unggahan pertama pada 20 Februari 2018 kemarin, yang kedua pada 23 Februari 2018.

Caption postingan itu ditulis dalam bahasa Jepang yang artinya, “Kereta Cepat Pengemis.”

Komik itu menggambarkan bagaimana hubungan Jokowi dan pemerintah Cina serta Jepang dalam pembangunan proyek yang groundbreaking dilakukan Januari 2016 itu.

Dari gambar yang di postingnya Jokowi digambarkan dengan tubuh membungkuk setengah bersimpuh, tangan Jokowi memegang PM Abe untuk memohon agar Jepang mau mengambil alih proyek kereta cepat dari China. PM Abe digambarkan diam seribu bahasa, tak mau meladeni permohonan Jokowi.

 

Sementara di samping PM Abe, terdapat tiga warga Jepang yang marah melempari Jokowi memakai batu. Ketiga orang itu juga digambarkan mengejek Jokowi sebagai pengemis. Postingan OnanHiroshi tersebut pun mendapat berbagai komentar dari warganet. (Web Warouw)

Harakiri! Cara Tepat Bagi Komikus Jepang Penghina Presiden RI

JAKARTA- Permintaan maaf dan pernyataan malu dari seorang komikus Jepang atas penghinaan kepada Joko Widodo sebagai Presiden dan Kepala Negara RI, tidak mudah diterima begitu saja. Sesuai dengan tradisi dan kebiasaan Jepang, sudah seharusnya komikus itu melakukan harakiri (bunuh diri) sebagai tanda penyesalan atas perbuatan yang memalukan. Hal ini ditegaskan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah, Benny Rhamdani (Brani) kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (26/2)

“Harakiri adalah cara yang tepat menebus kesalahan atas penghinaan yang dilakukan komikus Jepang pada Presiden RI Joko Widodo, daripada sekedar minta maaf dengan cara bersujud,” tegasnya.

Menurutnya penghinaan komikus Jepang adalah penghinaan pada seluruh rakyat Indonesia dan sangat berpotensi merusak hubungan Jepang dan Indonesia yang selama ini sudah dijalin.

“Tindakan tidak etis dari komikus itu dilakukan kepada kepala pemerintahan negara yang dipilih oleh mayoritas Rakyat Indonesia dalam pemilu 2014.  Jabatan Presiden itu adalah simbol negara,” tegasnya.

Pemerintahan Jepang harus bertanggung jawab atas tindakan warga negaranya yang Presiden RI Joko Widodo dengan adegan-adegan komik yang tidak senonoh dan tidak bertanggung jawab.

“Itu tandanya pemerintahan Jepang tidak memberikan informasi yang benar pada rakyatnya, sehingga seorang seniman dengan informasi yang salah menyerang kepala negara Republik Indonesia,” ujarnya

Kurang Ajar

Sebelumnya, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengutuk keras tindakan seorang kartunis yang menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai peminta-minta proyek.

“Ahh Itu kurang ajar tuh, kurang ajar tuh bilang. Iya ya kurang ajar,” ujarnya kepada pers, Minggu (25/2)

Komik ini diposting OnanHiroshi di akun twitternya, @hiroshionan. Unggahan Hiroshion ini diunggah dalam dua bagian. Unggahan pertama pada 20 Februari 2018 kemarin, yang kedua pada 23 Februari 2018.

Caption postingan itu ditulis dalam bahasa Jepang yang artinya, “Kereta Cepat Pengemis.”

Komik itu menggambarkan bagaimana hubungan Jokowi dan pemerintah Cina serta Jepang dalam pembangunan proyek yang groundbreaking dilakukan Januari 2016 itu.

Dari gambar yang di postingnya Jokowi digambarkan dengan tubuh membungkuk setengah bersimpuh, tangan Jokowi memegang PM Abe untuk memohon agar Jepang mau mengambil alih proyek kereta cepat dari China. PM Abe digambarkan diam seribu bahasa, tak mau meladeni permohonan Jokowi.

Sementara di samping PM Abe, terdapat tiga warga Jepang yang marah melempari Jokowi memakai batu. Ketiga orang itu juga digambarkan mengejek Jokowi sebagai pengemis. Postingan OnanHiroshi tersebut pun mendapat berbagai komentar dari warganet.

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru