Minggu, 16 Juni 2024

JANGAN ANGGAP REMEH..! Stres dan Cuaca Bisa Picu Psoriasis

JAKARTA – Stres dan cuaca dingin dan kering bisa memicu munculnya psoriasis atau peradangan kulit yang kadang disalahpahami sebagai eksim atau alergi, kata Ketua Bidang Sosial Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKK.

Saat ditemui dalam acara “Vaseline Healing Project: Kulit Sehat untuk Semua” di Fatmawati City Center, Jakarta, Minggu, dr. Adhimukti atau biasa disapa dr. Adhi menjelaskan bahwa psoriasis merupakan peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit bersisik, menebal, mudah terkelupas, dan kadang juga terasa gatal.

Umumnya, gangguan kulit yang sebagian besar disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik ini dapat muncul di kulit bagian lutut, siku, lengan bawah, dan kulit kepala. “Saat ini yang masih banyak (menjadi faktor penyebab) karena keturunan,” kata dr. Adhi.

Meski demikian, menurut dr. Adhi hingga saat ini penyebab psoriasis masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi psoriasis dapat terjadi karena keturunan atau keluarga dengan riwayat psoriasis sebelumnya.

Bahkan, orang tanpa riwayat keluarga dengan psoriasis juga dapat mengalami kondisi tersebut jika memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh. Psoriasis juga dapat dipicu oleh faktor lainnya, yakni stres atau cuaca terlalu dingin dan kering.

“Stres ini bisa secara batin atau secara fisik. Biasanya, ada proses yang cukup berat sebelum psoriasis terjadi,” kata dr. Adhi.

dr. Adhi juga mengatakan sinar matahari dapat menjadi trigger atau pemicu munculnya gangguan psoriasis pada kulit. Hal ini karena sinar matahari dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), sehingga kulit menjadi kering dan terluka dan rentan mengalami psoriasis.

Gejala

Gejala psoriasis tergantung pada jenisnya. Namun, kondisi tersebut umumnya ditandai dengan kulit yang bersisik, menebal, dan terasa gatal. Gejala psoriasis dapat terjadi selama beberapa minggu, kemudian hilang untuk sementara waktu sampai akhirnya muncul kembali.

Selain itu, gejala psoriasis juga dapat muncul di kuku jari. Kuku orang dengan kondisi psoriasis dapat memunculkan bintik-bintik putih hingga kuku menjadi menebal.

Jika psoriasis muncul di kulit kepala, gejala yang dapat muncul adalah kulit kepala kering, bersisik dan berwarna kemerahan. Selain itu, pada kulit kepala dapat muncul ketombe dan terkelupasnya kulit kepala, terasa gatal dan nyeri, hingga rambut rontok.

Cara penanganan

dr. Adhi mengatakan psoriasis bukanlah gangguan kulit yang tidak menular. Oleh karena itu, kontak langsung dengan ruam di kulit penderita tidak akan menyebabkan seseorang tertular psoriasis.

Untuk pengobatan psoriasis, hal tersebut tergantung dari tingkat keparahan psoriasis dan efektivitas perawatan sebelumnya. Jika psoriasis dirasa masih belum terlalu parah, penggunaan pelembab atau petroleum jelly dapat diaplikasikan untuk meredakannya.

Selain pelembab dan petroleum jelly, obat oles dengan resep dokter juga dapat digunakan untuk meredakan gatal dan peradangan serta mengurangi gejala kulit bersisik. Jika pelembab dan obat oles tidak cukup ampuh mengatasi psoriasis, biasanya dokter akan menyarankan alternatif lain berupa obat minum, terapi cahaya dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV)A atau UVB, dan suntikan.

“Ada yang obatnya diminum, ada yang dioles, ada juga yang suntikan. Nanti akan disesuaikan dengan apa yang cocok (untuk penderita psoriasis),” kata dr. Adhi.

Hindari pemicu psoriasis

Sementara itu modifikasi gaya hidup untuk menghindari faktor pemicu psoriasis penting dilakukan, sebagaimana dikatakan oleh dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK(K), FINSDV, FAADV dari Kelompok Studi Psoriasis Indonesia (KSPI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski).

Psoriasis adalah salah satu jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan terjadi kekambuhan jika mengalami stres, pengaruh obat-obatan, infeksi ataupun konsumsi makanan tertentu. Untuk itu, penderita psoriasis harus melakukan pola hidup sehat.

“Psoriasis ini membuat penderitanya harus lebih sehat karena dengan begitu dia akan lebih baik pengobatannya, lebih baik remisinya sehingga kualitas hidupnya lebih baik,” ujar dr. Danang dalam bincang-bincang virtual “Psoriasis, Lebih dari Sekadar Penyakit Kulit,” Kamis lalu.

Gaya hidup sehat termasuk di dalamnya menjaga pola makan dengan diet rendah kalori dan mengurangi konsumsi gula untuk membuat berat badan tetap pada angka yang ideal. Jika penderita mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan gula, maka psoriasis akan sulit dikontrol.

“Lakukan diet seimbang untuk penurunan berat badan kalau berat badannya lebih. Karena ternyata bahwa di dalam lemak tubuh itu ada indikator inflamasinya, kemudian akan memicu terjadinya psoriasis sehingga kalau lemaknya dikurangi, psoriasisnya juga menurun dengan rutin olahraga,” kata dr. Danang.

Olahraga pun tidak boleh yang terlalu berat atau menekan persendian. Penderita psoriasis bisa melakukan olahraga ringan atau sedang seperti berjalan, berenang atau bersepeda.

Selain itu, penderita psoriasis juga diwajibkan untuk berhenti merokok dan menjauhi minuman beralkohol jika tidak ingin memicu kemunculan psoriasis.

“Karena tidak pernah ada hal baik dari merokok, hentikan konsumsi alkohol, jaga tekanan darah agar tetap terkontrol, kolesterol terkontrol, gula darah terkontrol dan kelola manajemen stres. Sampai saat ini belum ada penelitian untuk menghindari masakan tertentu tapi dengan diet seimbang berfungsi untuk menghindari psoriasis,” ujar dr. Danang.

dr. Danang juga mengatakan bahwa penderita psoriasis harus melakukan general check-up setahun sekali untuk memastikan tidak ada penyakit penyerta yang mengikutinya.

Bisa Jadi Penyakit Serius

Ketua Kelompok Studi Psoriasis Indonesia (KSPI), dr. Endi Novianto, SpKK(K), FINSDV, FAADV mengatakan masih banyak masyarakat yang tidak menyadari mengalami psoriasis, padahal jika tidak langsung ditangani bisa berkembang menjadi penyakit serius.

Psoriasis merupakan kondisi kulit autoimun kronis yang mempercepat siklus pertumbuhan sel kulit, yang menyebabkan timbulnya bercak merah bersisik, tebal dan kering.

Psoriasis dapat timbul pada kulit di bagian tubuh mana pun, beberapa penderita psoriasis juga merasakan gatal, terbakar dan menyengat. Kondisi kulit tidak menular ini telah dialami sekitar dua persen dari total populasi dunia.

“Saat ini, psoriasis banyak kita jumpai di masyarakat. Sayangnya bagi sebagian orang, mereka tidak menyadari bahwa mereka mengalami psoriasis,” ujar dr. Endi dalam bincang-bincang virtual “Psoriasis, Lebih dari Sekadar Penyakit Kulit”, Kamis.

dr. Endi mengatakan psoriasis memang belum dapat disembuhnya sepenuhnya, namun jika dilakukan penanganan yang tepat dan sejak dini maka penyakit tersebut dalam dikendalikan kekambuhannya.

“Psoriasis yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti radang sendi atau psoriasis arthritis dan sindrom metabolik,” kata dr. Endi.

Penanganan psoriasis yang efektif tidak hanya dapat mengatasi gejala kulit, tetapi juga membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit penyerta lainnya, seperti psoriasis arthritis, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan masalah kesehatan mental.

Sementara itu, dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK(K), FINSDV, FAADV mengatakan bahwa setiap orang memiliki risiko yang sama terhadap psoriasis. Untuk itu, sangat penting bagi mereka yang memiliki masalah psoriasis, atau yang mengetahui bila keluarganya memiliki riwayat penyakit psoriasis untuk segera menyadari pemicunya.

Pemicu psoriasis sangat penting untuk dihindari, agar tidak sering kambuh. Beberapa langkah penting yang harus dilakukan oleh pasien psoriasis adalah mengubah gaya hidup dan mengkonsumsi asupan makanan dengan gizi seimbang.

“Walaupun mendapatkan pengobatan dari dokter, pasien dengan psoriasis juga harus mengubah dan menerapkan gaya hidup yang sehat untuk mendapatkan kualitas hidup yang optimal seperti menurunkan berat badan bagi yang berlebih, berhenti merokok itu harus, berhenti konsumsi alkohol dan berolahraga,” kata dr. Danang. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru