Selasa, 13 Januari 2026

TRUMP MAKIN PANAS..! AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam. Presiden AS Donald Trump secara resmi meminta seluruh warga negaranya yang berada di Iran segera meninggalkan negara tersebut.

Imbauan itu disampaikan melalui kanal diplomatik virtual Amerika Serikat untuk Iran. Pemerintah AS menilai kondisi di lapangan sudah berada pada level risiko tinggi dan dapat berubah menjadi lebih berbahaya dalam waktu singkat.

Dalam pernyataan resminya, otoritas AS menegaskan bahwa warga Amerika tidak boleh bergantung pada bantuan langsung pemerintah jika terjadi keadaan darurat. Mereka diminta menyusun rencana evakuasi mandiri dan segera mencari jalur keluar yang aman.

Situasi Keamanan Memburuk

Iran dalam beberapa pekan terakhir dilanda unjuk rasa besar-besaran yang berujung bentrokan. Laporan kelompok pemantau hak asasi manusia menyebutkan ratusan orang meninggal dunia, sementara ribuan lainnya ditahan aparat keamanan.

Pemerintah AS menilai peningkatan pengamanan, pembatasan transportasi, hingga gangguan jaringan komunikasi di Iran berpotensi membahayakan warga asing, termasuk warga Amerika.

“Lingkungan keamanan di Iran tidak dapat diprediksi. Risiko penahanan sewenang-wenang dan kekerasan meningkat,” demikian peringatan yang disampaikan pejabat Departemen Luar Negeri AS dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (13/1)

Konflik Makin Kuat

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, langkah evakuasi ini dinilai tidak berdiri sendiri. Sejumlah analis internasional melihatnya sebagai sinyal bahwa Washington tengah bersiap melalukan skenario terburuk, termasuk kemungkinan konfrontasi militer dengan Teheran.

Sebelumnya, Presiden Trump secara terbuka mengakui pemerintahannya sedang menimbang berbagai opsi, termasuk pendekatan militer, untuk menekan Iran yang dianggap terus mengabaikan tekanan diplomatik dan ekonomi.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan gentar. Pejabat tinggi Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons keras dan menyakitkan.

Timur Tengah di Ambang Gejolak

Kombinasi tekanan ekonomi, ancaman militer, serta instabilitas politik domestik membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam situasi rawan konflik terbuka. Evakuasi warga AS dipandang sebagai langkah preventif untuk meminimalkan potensi korban sipil jika eskalasi terjadi.

Meskipun belum ada pernyataan resmi terkait waktu maupun bentuk aksi militer, keputusan Washington menarik warganya dari Iran memberi pesan kuat kepada komunitas internasional bahwa krisis ini belum mendekati titik aman.

Pengamat menilai beberapa hari ke depan akan menjadi fase krusial yang menentukan apakah ketegangan AS–Iran akan mereda melalui jalur diplomasi, atau justru bergerak menuju konflik berskala lebih luas.

Aksi Protes Berlanjut, Korban Tewas Bertambah Jadi 646 Orang

Jumlah korban tewas akibat protes di Iran telah meningkat menjadi 646, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS pada Senin

Dari data yang dikumpulkan HRANA, ditemukan bahwa sebanyak 10.721 orang telah ditangkap hingga hari ke-16 protes nasional di Negeri Para Mullah tersebut.

Dalam sebuah laporan, organisasi tersebut juga mencatat bahwa Iran telah mengalami pemadaman internet selama lebih dari 100 jam.

Iran telah diguncang oleh gelombang protes sejak bulan lalu, dimulai pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, terkait dengan depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke beberapa kota lain.

Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata,” yang telah melakukan beberapa serangan di tempat umum di seluruh negeri.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Minggu (11/1) mengatakan bahwa pemerintahannya memantau situasi di Iran dengan cermat dan sedang mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” karena jumlah korban tewas yang terus meningkat.

“Kita akan mengambil keputusan,” kata Trump.

Pemimoin AS itu menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan setiap jam tentang Iran, tanpa memberikan informasi tentang kapan, di mana, atau bagaimana AS akan bertindak.

 

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru