JAKARTA – Menteri Keuanga Amarika Serikat (AS) Janet Yellen mendesak Parlemen AS untuk menyetujui anggaran pemerintah dan proposal kenaikan batas utang pemerintah yang diajukan Presiden Joe Biden.
Saat ini di Parlemen Saat masih menyetujui anggaran tersebut, hal ini dilakukuan oleh Menteri Keuangan Janet Yallen untuk memgantisipasi pendanaan kemungkinan pemerintah akan habis pada 18 Oktober, dan uang akan habis kecuali Kongres menaikkan batas pinjaman federal, pada Selasa,28 September 2021.
Sebagaimana yang dilansir dari Huffpost.com, pada Rabu,29 Sepetember 2021. Yellen mengingatkan bila kemajuan penanganan dampak pandemi Covid-19 di AS yang diraih dengan susah payah selama dua tahun terakhir akan mengalami kemunduran jika parlemen tak menyetujui anggaran yang diajukan pemerintah.
Sementara itu, Partai Republik di Senat AS dengan keras menolak untuk mendukung peningkatan atau penangguhan plafon utang, meskipun melobi untuk itu di bawah mantan presiden partai mereka, Donald Trump.
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, pada hari Senin, mereka memblokir upaya Demokrat untuk menyetujui penangguhan 14 bulan dengan anggaran sementara.
“Kegagalan seperti itu dapat membahayakan kepercayaan terhadap dolar AS sebagai mata uang cadangan global,” kata Yellen.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah tak akan mampu membayar Jaminan Sosial, gaji untuk personel militer, dan pembayaran pemerintah lainnya yang selama ini mendukung hidup sebagian besar orang Amerika.
“Sangat penting bahwa Kongres mengatasi batas utang,” kata Yellen dalam kesaksiannya yang disiapkan pada hari Selasa.
“Jika tidak, perkiraan kami saat ini adalah bahwa perbendaharaan negara kemungkinan akan mengeluarkan langkah-langkah luar biasa pada 18 Oktober. Pada saat itu, kami memperkirakan perbendaharaan negara akan memiliki sumber daya yang sangat terbatas yang akan habis dengan cepat. Amerika akan dmengalami efault untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kepercayaan lemabaga keaungan runtuh dan kredit Amerika Serikat akan macet, dan negara kita kemungkinan akan menghadapi krisis keuangan dan resesi ekonomi sebagai akibatnya,” tuturnya.
Yellen menambahkan, menaikkan amabang batas utang sangat diperlukan untuk mencegah bencana ekonomi negeri Paman Sam itu. Ia menjelaskan parlemen AS suda pernah menyetujui kenaikan ambang batas utang sebanyak 78 kali sejak tahun 1960. (Calvin G. Eben-Haezer)

