Menjelang 2019, jauh-jauh hari isu kebangkitan PKI yang didahului adu domba dengan sentimen SARA terus dihembuskan. Belakangan Panglima TNI diperalat menjadi corong memanaskan situasi dengan isu 5.000 senjata ilegal. Bergelora.com memuat peringatan Manaek Hutabarat, Kepala Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Ist)
Oleh: Manaek Hutabarat
JUTAAN rakyat, pemuda dan mahasiswa menolak Soeharto dan harus lengser pada tahun 1998. Bukan hanya sipil tapi juga sebagian pimpinan ABRI dan anggota DPR juga sejumlah menteri meminta Soeharto dan Orde Baru mengakhiri kekuasaan.
Beruntung selamat semua infrastruktur orde baru. Golkar tidak jadi partai terlarang, keluarga Soeharto kaya raya dan aman-aman saja. Soeharto pun mati tua tanpa disiksa atau jadi tahanan rumah.
Bedakan dengan kudeta 1965 yang dialami Sukarno. Jutaan rakyat mati sia-sia jadi tumbal kekejaman militer Orde Baru tentu sangat berbading terbalik. Bahkan anak-anak Bung Karno pun diawasi bahkan dikerjai secara politik seperti 27 juli 1996. Dosa dosa orde baru sebagai rejim pelanggar HAM dan korup sengaja dilupakan.
Hari ini kekuatan Orde Baru lewat jenderal-jenderal setia masih mengusung isu PKI untuk memfitnah lawan politiknya. Pemaksaan nonton film propaganda Orde Baru adalah satu bukti bangkitnya Orde Baru yang ditopang militer matra darat saja.
Fakta berikutnya kumpulan jenderal melontarkan 5.000 pucuk menjadi polemik. Harusnya panglima TNI jangan mengancam mengerahkan pasukan karena hanya presiden yang disetujui DPR sebagai otoritas politik yang boleh mengeluarkan perintah serbu tersebut.
Ketidak stabilan ini dapat digunakan Orde Baru untuk kembali menekuk presiden Jokowi yang dianggap PKI. Semakin kuat isu PKI maka semakin berkibar panji-panji Orde Baru.
Kaum pergerakan yang paham penindasan 32 tahun tentu tak ingin Orde Baru berkuasa kembali setelah ditumbangkan rakyat Indonesia. Jokowi bukan bagian masa lalu dan bebas beban busuk sejarah Orba. Saat ini kepentingan antek-antek Orba banyak disikat Jokowi. Isu PKI dan adu domba sentimen SARA kepada pemerintah yang kerja kerja kerja ini diharapkan bisa menjadi simpati agar rakyat mendukung Orba dan melawan Jokowi.
Untuk itu, kekuatan pro Jokowi harus bahu membahu untuk mengamankan Jokowi dari kembalinya Orba dengan isu PKI yang turunannya adalah Jokowi anak PKI, sampai mau test DNA segala.
Rakyat sadar, kerja kerja kerja jokowi karena warisan rejim Orba yang berkuasa 32 tahun lewat Kudeta Soeharto yang didukung Cental Intelegen Agency (CIA) Amerika serikat kepada Bung Karno jangan menimpa Presiden Jokowi. Amerika Serikat mungkin kecewa dengan Jokowi dan lebih suka Orde Baru jadi partnernya merampok kekayaan alam Indonesia.

