Politik

Persiapan pengukuhan adat pada Bupatei dan Wakil Bupati Keerom, Papua oleh kepala-kepala suku Web, Senggi dan Waris di Keerom, Papua Sabtu (20/2)Persiapan pengukuhan adat pada Bupatei dan Wakil Bupati Keerom, Papua oleh kepala-kepala suku Web, Senggi dan Waris di Keerom, Papua Sabtu (20/2)KEEROM – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Keerom, Celcius Watae – Muhammad Markum langsung tancap gas setelah dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe pada hari Rabu (17/2) pekan lalu. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Keerom, Celcius Watae kepada Bergelora.com di Keerom, Senin (22/2)

Sebelumnya usai acara lepas sambut Penjabat Bupati dan Bupati dan Wakil Bupati Keerom tahun 2016, yang berlangsung di lapangan Swakarsa – Arso II – Kabupaten Keerom, Sabtu (20/2) sore Bupati menegaskan persatuan masyarakat dengan pemerintah adalah kekuatan pokok dalam membangun Kabupaten Keerom.

“Kami berdua sudah harus cepat melaksanakan tugas sebagai dan wakil bupati terpilih defenitif untuk melaksanakan amanah rakyat untuk lima tahun kedepan,” tegas Watae.

Kata Watae yang didampingi Wakil Bupatinya, Markum,-- selanjutnya hal-hal yang telah dibuat menjadi tanggung jawab dirinya bersama Wakil Bupati yang baru dilantik untuk melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh mantan Penjabat Bupati dan juga pemerintah daerah.

Untuk itu kedepan yang harus dilakukan keduanya adalah bekerjasama dengan semua pihak yaitu pemerintah daerah dan juga pihak keamanan yang tidak bisa dipisahkan. Selain itu juga satu hal lagi termasuk media massa, baik itu cetak dan elektronik yang selalu ada.

“Karena siapa yang bisa menguasai media, dia menguasai kontekstual untuk kerja kita ke depan selama 5 tahun. Saya terima kasih kalau ada media yang telah hadir di Keerom untuk kerjasama dan pembangunan Keerom kedepannya. Sebab akan ada banyak hal yang kami buat,” janjinya.

Ajakan Bersatu
Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Bupati Keerom Muhammad Markum mengatakan untuk mempersatukan Kebhineka Tunggal Ikaan di Kabupaten Keerom, dirinya tetap membantu bupati.

“Saya tetap membantu kepada tugas rutinitas dari bupati. Karena didalam tugas itu yang pertama adalah masalah pembangunan. Kedua pemerintahan dan ketiga adalah pembinaan kemasyarakatan tidak terkecuali, semua suku akan dirangkul dan akan kita bicarakan bersama – sama dalam pembangunan ini,” janjnya.

Sementara itu Asisten bidang Pemerintahan Sekda Papua yang juga mantan Penjabat Bupati Keerom, Doren Wakerkwa mengharapkan kepada seluruh rakyat Keerom untuk bergandengan tangan mendukung bupati dan wakil bupati Keerom terpilih.
Dirinya berpesan tidak boleh ada pengkotak–kotakan terjadi di daerah tapal batas ini. Tidak boleh ada sukuisme,tidak boleh membeda – bedakan dari gunung, lembah, pesisir dan juga dari suku – suku tertentu.

“Ini saya berbicara sebagai orang provinsi. Bapak ibu datang ke Keerom ini bukan untuk berperang, bukan untuk baku tikam. Tetapi datang kesini karena tanahnya subur dan juga berkarya membangun Keerom serta mengabdi kepada masyarakat disini,” tegasnya.

Untuk itu dirinya meminta agar jangan lakukan antipati terhadap salah satu suku bangsa.

“Sebab tidak semua orang Jawa itu jahat. Jawa itu bukan ISIS. Tidak semua orang Papua itu penjahat atau pencuri. Tidak semua orang Manado atau Makassar itu jahat,” tegasnya lagi.

Untuk itu dirinya mengajak semua bersatu dan berdoa mendukung, membantu pasangan bupati dan wakil bupati Watae – Markum.

“Saya tidak mau ada masalah di Arso II, III dan IV kasihan bapak Kapolres itu. Jadi saya minta masyarakat juga membantu TNI/Polri supaya stabilitas keamanan di Keerom benar – benar terjadi,” tukasnya. (Yohana)








Add comment

Security code
Refresh