Sabtu, 24 Februari 2024

9 TAHUN NGAPAIN AJA..? Pemerintah Akui Target Kemiskinan Nol Persen pada 2024 Sulit Tercapai

JAKARTA- Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengakui bahwa target menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun 2024 sulit dicapai bahkan disebut mustahil.

Sekretaris Eksekutif TNP2K Suprayoga Hadi menyatakan, target yang masuk akal untuk dicapai pemerintah adalah 0,5 sampai 0,7 persen kemiskinan ekstrem pada 2024. “Kalau nol koma nol (persen) jelas impossible, jadi memang kita antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen),” kata Suprayoga di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (14/12023).

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Suprayoga beralasan, tren penurunan kemiskinan ekstrem dalam beberapa tahun tidak terlalu besar.

Ia mencontohkan, kemiskinan ekstrem turun tidak lebih dari 1 persen dari 2,04 persen pada Maret 2022 menjadi 1,12 persen pada 2023. Sementara, pemerintah hanya punya waktu kurang dari satu tahun untuk kembali menekan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen.

“Target kita yang lebih optimis antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen) yang realistis, tapi kalau yang benar-benar optimis sekitar 0,3 (persen),” ujar Suprayoga.

Ia menambahkan, upaya mencapai target tersebut akan dilakukan pemerintah dengan melibatkan pelaku dan mitra non-pemerintah. Suprayoga juga menegaskan bahwa isu ini tidak boleh dianggap biasa saja karena ada potensi kenaikan tingkat kemiskinan nasional akibat inflasi pada tahun 2023.

Seperti diketahui, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia pada Maret 2023 berada di angka 1,12 persen, sedangkan pemerintah menargetkan kemiskinan nol persen pada 2024.

Menurut Bank Dunia, penduduk miskin ekstrem adalah penduduk yang memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak lebih dari 1,9 dollar AS atau Rp 10.571/orang/hari atau Rp 351.957/orang/bulan. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru