Kamis, 2 Juli 2026

SEGINI DOANG..? Danantara Umumkan Laporan Keuangan BUMN 2025: KRAS-KAEF Tak Rugi Lagi

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melaporkan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan Tahun Buku 2025.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, sejumlah BUMN mencatatkan kinerja yang positif, bahkan beberapa di antaranya berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi untung setelah bergabung dalam ekosistem Danantara, misalnya pada kinerja Krakatau Steel yang sebelumnya mencatatkan rugi sebesar Rp 981 miliar, kini telah berbalik arah dengan mencatatkan laba sebesar Rp 635 miliar.

Kimia Farma juga demikian, di mana sebelumnya alami kerugian sebesar Rp 160 miliar dan laporan keuangan tahun ini mencatatkan laba sebesar Rp 108 miliar. Begitu juga dengan Semen Indonesia, dari rugi Rp 66 miliar menjadi laba Rp 106 miliar.

“Danantara Indonesia turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional,” ujar Rohan dalam keterangan tertulis dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis (2/7/2026).p

Rohan menyampaikan setelah seluruh laporan individual rampung, pihaknya kini akan melanjutkan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang masih menunggu penyelesaian tahapan audit.

“Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan,” ujarnya.

Selain mencatat peningkatan kinerja BUMN, Danantara Indonesia juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025. Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.

Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan antara lain pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global, serta proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.

“Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat,” katanya.

BUMN yang Mencatat Kinerja Positif April 2025-April 2026

  1. Pertamina: laba Rp 24,9 triliun, naik Rp 11 triliun (+80%).
  2. Pupuk Indonesia: laba Rp 4,8 triliun, naik Rp 3,2 triliun (+202%).
  3. Pelindo: laba Rp 1,5 triliun, naik Rp 900 miliar (+169%).
  4. InJourney: laba Rp 300 miliar, naik Rp 74 miliar (+33%).
  5. BRI: laba Rp 21,2 triliun, naik Rp 2,8 triliun (+15%).
  6. Bank Mandiri: laba Rp 21,3 triliun, naik Rp 2,5 triliun (+13%).
  7. BNI: laba Rp 7,2 triliun, naik Rp 381 miliar (+6%).
  8. ADHI Karya: laba Rp 69 miliar, naik Rp 60 miliar (+667%).
  9. Krakatau Steel: berbalik dari rugi Rp 981 miliar menjadi laba Rp635 miliar.
  10. Kimia Farma: berbalik dari rugi Rp 160 miliar menjadi laba Rp 108 miliar.
  11. Semen Indonesia: berbalik dari rugi Rp 66 miliar menjadi laba Rp 106 miliar.

(Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles