JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkap Presiden Prabowo Subianto kerap melakukan curhat kepadanya mengenai pelaksanaan sejumlah program pemerintah yang dinilai belum berjalan sempurna.
Menurut Hashim yang merupakan adik dari Prabowo itu, sang kakak menilai banyak program pemerintah memiliki tujuan yang mulia, tetapi implementasinya kurang sempurna.
“Saya sering diajak bicara dengan Presiden Republik Indonesia yang juga kakak saya. Dia banyak curhat sama saya, mungkin curhat sama Budi (Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Budisatrio Djiwandono) juga. Program bagus, tujuan bagus, mulia, tapi dalam perjalanannya, implementasinya kurang sempurna,” ujar Hashim saat memberikan Perayaan dalam peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (10/7).
Hashim tidak mengerti dengan jelas program apa yang dimaksud Prabowo. Namun, menurut dia, beberapa kali Prabowo menyampaikan keluhan tersebut.
“Kita sudah saksikan, tidak perlu saya sebut, kita saksikan beberapa program yang bagus, tapi implementasinya kurang bagus. Ya, sering sekali Pak Prabowo curhat sama saya,” ujarnya.
Selain itu, Hashim mengatakan, Prabowo juga sering menyoroti persoalan birokrasi di Indonesia yang dinilai masih kurang.
Meski begitu, Hashim menilai pelaksanaan SRUK menjadi diturunkan. Koordinasi antarkementerian dan lembaga dalam penyusunan sistem tersebut berjalan baik.
Saya mau sampaikan ini suatu luar biasa karena hari ini kita menyaksikan kinerja Pemerintah Indonesia yang sukses dan berhasil, ujar Hashim.
SRUK merupakan sistem yang menjadi fondasi tata kelola pasar karbon Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, keterlacakan (traceability), serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor.
Pengembangan SRUK melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hashim mengatakan koordinasi dalam pengembangan SRUK menjadi salah satu yang terbaik dibandingkan sejumlah satuan tugas lain yang ia tangani.
Dari empat satgas yang ditangani Hashim, ia mengatakan SRUK inilah yang tidak ada kekurangannya.
“Ini semua yang saya lihat dalam pekerjaannya tidak ada cacat, tidak ada kekurangan,” ujar Hashim.
“Tugas saya sebetulnya adalah untuk keseluruhan birokrasi, untuk bantu-bantu, ya. Bantu menteri-menteri supaya bisa koordinasi dan juga menteri-menteri lain. Dalam hal ini (SRUK), saya lihat program ini luar biasa, tanpa cacat, tanpa kekurangan,” jelasnya. (Web Warouw)

