Selasa, 15 September 2026

INI DAMPAKNYA PADA KESEHATAN..! Daftar Buah-Sayur Mengandung Mikroplastik Tertinggi, Warga RI Doyan

JAKARTA – Ancaman mikroplastik kini telah merambah ke piring makan kita secara lebih luas. Partikel plastik berukuran mikroskopis tersebut tidak lagi hanya ditemukan di lautan, air minum, atau makanan olahan, melainkan telah menyusup ke dalam buah, sayur, hingga produk protein hewani yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Hasil riset dari jurnal Environmental Research yang diterbitkan pada Februari 2024 menunjukkan bahwa partikel plastik renik ini mampu merangsek masuk ke jaringan tanaman maupun hewan melalui ekosistem tanah, air irigasi, serta rangkaian proses budidaya hingga distribusi pangan.

Dalam studi tersebut, para periset menguji lebih dari 12 jenis produk protein, mulai dari daging sapi, ayam, babi, aneka olahan makanan laut, tahu, hingga berbagai alternatif daging nabati seperti nuggets dan stik ikan tiruan. Hasilnya mengejutkan: hampir 90% dari seluruh sampel protein yang diuji terdeteksi mengandung mikroplastik.

Buah dan Sayur Tak Luput dari Kontaminasi

Tak hanya pada produk protein, riset terdahulu yang dipublikasikan dalam Environmental Science pada Agustus 2020 menemukan bahwa aneka ragam buah dan sayur segar menyimpan puluhan hingga ratusan ribu partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer.

Studi lanjutan yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Catania, Italia, mengonfirmasi bahwa apel, pir, wortel, selada, hingga brokoli menjadi komoditas yang paling parah terpapar.

Apel tercatat sebagai salah satu buah dengan tingkat kontaminasi tertinggi, yakni mencapai rata-rata 195.500 partikel plastik per gram, disusul oleh buah pir dengan rata-rata 189.500 partikel per gram. Sementara itu, untuk kategori sayuran, brokoli dan wortel memimpin daftar dengan kandungan mikroplastik rata-rata melampaui 100.000 partikel per gram.

Dari sisi ukuran partikel, peneliti menemukan bahwa pecahan mikroplastik terkecil bersemayam di dalam wortel, sementara potongan partikel plastik terbesar justru terdeteksi pada helai daun selada.

Bagaimana Plastik Bisa Masuk ke Tanaman?

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (15/9) dilaporkan mekanisme penyerapan ini ternyata terjadi secara alami di tingkat akar. Sejumlah studi membuktikan bahwa mikroplastik dan nanoplastik mampu menembus sistem perakaran tanaman-seperti pada selada dan gandum-akibat akumulasi dari air serta tanah yang telah tercemar limbah plastik.

“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik,” jelas Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur yang berbasis di Hong Kong, memperingatkan bagaimana krisis polusi plastik kini telah masuk ke dalam rantai makanan manusia secara langsung.

Dampak Mikroplastik terhadap Kesehatan

Makanan dan minuman yang terkontaminasi mikroplastik dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan jika terus menerus dikonsumsi. Melansir dari Alodokter.com, berikut beberapa dampak mikroplastik terhadap tubuh manusia:

1. Gangguan Sistem Pencernaan

Mikroplastik dapat merusak dinding usus dan menimbulkan peradangan, sehingga fungsi sistem pencernaan menjadi terganggu.

2. Gangguan Sistem Imun

Paparan mikroplastik juga dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Hal ini disebabkan karena 70–80% sel imun berada di dalam usus. Ketika saluran pencernaan terganggu, imunitas pun ikut terdampak.

3. Gangguan Metabolisme

Kandungan zat kimia dalam plastik, seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates, dapat memengaruhi sistem endokrin dan mengganggu metabolisme tubuh.

4. Penyakit Jantung dan Stroke

Beberapa studi menunjukkan bahwa partikel mikroplastik dapat membentuk plak di pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Cara Mengurangi Risiko Paparan Mikroplastik

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan mikroplastik:

  • Hindari penggunaan plastik sekali pakai
  • Gunakan wadah dan peralatan makan dari bahan ramah lingkungan, seperti kaca atau stainless steel
  • Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik
  • Cuci buah dan sayur hingga bersih sebelum dikonsumsi
  • Pilih air minum dari sumber yang telah difiltrasi

(Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles