JAKARTA- Dr. Handrawan Nadesul menegaskan bahwa sakit apapun, kalau bisa dimulai tanpa obat. Hal ini disampaikannya dalam dalam Dialog dan Edukasi Kesehatan Publik yang diselenggarakan oleh Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok di Aula Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok, Sabtu (26/9) dikutip Bergelora.com di Jakarta.
“Yang penting diketahui oleh semua orang, sakit apapun, kalau bisa dimulai tanpa obat. Hampir semua kesalahan berawal dari cara pikir harus pakai obat,” ujarnya dalam puncak acara Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026 yang diperingati oleh DKR dengan menggelar Dialog Publik bertemakan “Jadikan Olahraga Sebagai Gaya Hidup”
“Pastikan dan periksa dulu gaya hidupnya berat badan kita ideal gak? Bagaimana menghitung berat badan ideal? Jadi berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat dalam (meter). Pertahankan Body Mass Index (BMI) atau massa tubuh antara 18-25,” ujarnya.
Ia memberi contoh, jika berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 m). Hitung kuadrat tinggi: 1,6 × 1,6 = 2,56. Hitung BMI: 60 ÷ 2,56 = 23,4,” Jelasnya.
Brisk Walking
Handrawan Nadesul juga menyampaikan pentingnya disain kontrol tensi dan gula darah akan memberikan harapan hidup yang lebih panjang dengan cara melakukan Brisk Walking
“Olahraga jalan kaki tergopoh-gopoh (Brisk Walking) sangat bermanfaat untuk kesehatan. Diantaranya menguatkan jantung dan paru-paru, anti depresi serta mencegah kanker. Ini olahraga murah meriah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 6 kilometer per jam, atau setara dengan 100 langkah per menit, maka napas terasa sedikit lebih cepat dan detak jantung meningkat. Tetapi masih bisa berbicara dengan nyaman tanpa terengah-engah.
“Sangat baik dilakukan selama 20 hingga 30 menit per hari atau sekitar 150 menit dalam seminggu,” ujarnya.
Ia menjelaskan Brisk Walking akan menjaga jantung, memperkuat fungsi jantung dan melancarkan sirkulasi darah.
“Kontrol berat badan juga terjadi karena membakar kalori lebih banyak daripada jalan santai biasa,” jelasnya.
Handrawan Nadesul memastikan Brisk Walking rendah risiko cedera, aman untuk pemula, lansia, atau orang dengan berat badan berlebih (overweight) karena tidak membebani persendian secara berlebihan seperti halnya berlari.
Walikota Depok Supian Suri dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Devi Mayori, mengatakan bahwa kesehatan bukan hanya tugas pemerintah, namun tugas kita semua.
“Sekarang saatnya semua orang siapapun juga memastikan pola hidup sehat. Kalau sakit, pelayanan kesehatan ada dimana-mana, baik pemerintah maupun swasta. Pembiayaan ditanggung BPJS dan pemerintah. Jadi hidup sehat adalah kewajiban semua orang,” tegas Walikota Depok dibacakan dr. Devi Mayori.
Walikota Depok juga mendukung kegiatan edukasi kesehatan pada masyarakat yang diselenggarakan oleh DKR dan berharap partisipasi yang lebih luas lagi.
“Kegiatan edukasi kesehatan seperti ini sangat penting dan harus dilakukan rutin dengan berbagai tema kesehatan yang penting diketahui masyarakat. Kami siap bekerjasama dengam DKR untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” tegas Kepala Dinas Kesehatan mewakili Walikota Depok.
Dialog dan Edukasi Kesehatan DKR
Kegiatan dialog ini diselenggarakan oleh DKR untuk memperingati Hari Olahraga Nasional. Namun Ketua DKR Depok, Roy Pangharapan mengatakan bahwa edukasi semacam ini akan dilakukan secara rutin oleh DKR mengingat pesan dari Walikota Depok bahwa semua orang wajib hidup sehat.
“Penting sekali dialog dan edukasi kesehatan agar masayarakat tahu bagaimana pola hidup sehat dengan murah. Selain mendapatkan info kesehatan dari pihak pemerintah dan para ahli,” tegas Roy Pangharapan.
Selain dialog DKR juga melakukan kegiatan senam dan jalan santai bersama masyarakat.
“Hari ini kami menggelar puncak acara Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026, sebelumnya pada 9 September kami peringati dengan mengadakan berbagai kegiatan olahraga seperti senam dan jalan santai,” ujar Roy Pangharapan.
Dialog publik dengan narasumber Dr. Handrawan Nadesul, seorang dokter, praktisi kesehatan, penulis, penyair dan motivator kesehatan diiikuti 200 peserta dari masyarakat dan anggota DKR dengan antusias.
Kegiatan kali ini dihadiri juga oleh sejumlah perwakilan lembaga terkait seperti dinas kesehatan, Badan Kesbangpol,.BPJS Kesehatan dan Dinas kearsipan sebagai tuan rumah serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
“Acara beginian penting banget buat kami ibu-ibu. Selain gratis kita juga jadi tahu bagaimana bisa sehat menurut para ahli. Acara.ini juga bikin kita guyup dan silahturahmi dengan pemerintah dan para dokter,” ujar Ibu Jumini salah seorang peserta acara dialog dan edukasi DKR ini. (Web Warouw)

