Sabtu, 24 Oktober 2026

JANGAN  ADA YANG KHIANAT..! Siti Fadilah: Kepentingan Global Tidak Boleh Mengalahkan Kepentingan Nasional

JAKARTA- Menteri Kesehatam RI 2004-2009, Dr.dr Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) mengingatkan bahwa kepentingan global tidak boleh mengalahkan kepentingan nasional. Hal ini sejalan dengan garis politik Presiden Prabowo Subianto yang selalu mendahulukan kepentingan dan keselamatan rakyat, bangsa dan negara di atas semua kepentingan dan kepentingan asing.

Dalam @Mejamakanpodcast bersama Badan Relawan Prabowo di Garuda TV, Selasa 21 Oktober 2026, Siti Fadilah Supari mengingatkan saat Indonesia diserang Flu Burung, dirinya sebagai Menteri Kesehatan pernah dihadapkan pada pilihan sulit antara kepentingan global WHO dan kepentingan nasional nyawa rakyat Indonesia.

Siti Fadilah menceritakan saat itu, di daerah (Kaban Jahe- red), Tanah Karo, Sumatera Utara ada 8 orang penderita flu burung, 7 orang diantaranya meninggal, 1 orang masih hidup. Rumah para penderita berdekatan

“Nah, WHO langsung menuduh terjadi penularan. dari manusia ke manusia. Kalau sudah terjadi penularan dari manusia ke manusia maka itu bisa menjadi wabah human to human transmission. Nah saya tidak mau. Saya tidak setuju. Ntar dulu. Jangan menuduh negara saya menjadi episentrum (pusat ledakan) wabah Flu burung,” Siti Fadilah menjelaskan dikutip Bergelora.com di Jakarta, Sebtu (24/10).

“Nah, para epidemiolog (yang dibawa WHO- red) itu mendianose terjadi penularan antar manusia. Kalau dokter, no. Entar dulu. Saya harus tahu virusnya. Benar enggak dia mempunyai sifat menularkan dari manusia ke manusia. Virus punya alamat, punya bentuk sendiri. Kalau menularkan dari manusia ke manusia, cirinya seperti ini. Kalau tidak menularkan, cirinya seperti itu. Ada (ciri-cirinya- red),” katanya.

Siti Fadilah kemudian minta waktu untuk memeriksa virus dari Tanah Karo itu

“Saya keep dan diperiksa di Laboratorium Eijkman. (Hasilnya-red) dan kesimpulannya, tidak menular (dari manusia-red) ke manusia. Padahal dunia (WHO -red) sudah mengatakan sudah dari manusia ke manusia. Saya mengatakan tidak menular,” jelasnya.

Ia mengingat dirinya dikecam atas pernyataannya itu baik di kalangan internasional maupun di dalam negeri.

“Saya dimaki-maki. Kadang-kadang dari dalam negeri sendiri memaki-maki.

CNN internasional sudah memberitakan (sudah terjadi penularan flu burung dar manusia ke manusia- red) Wow, sudah ramai banget. Tapi kita berani mengatakan itu salah, WHO salah!,” Siti Fadilah menceritakan.

“Dan WHO saya usir dari Indonesia, Pak. Karena Anda (WHO -red) mencelakakan negara saya, maka Anda tidak boleh di negara saya,” ujarnya.

“Kepentingan global tidak boleh mengalahkan kepentingan nasional,” tegas Siti Fadilah.

Prabowo: Bangsa Indonesia Tidak Takut Siapa Pun

Sikap serupa Siti Fadilah kembali ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati dua tahun pemerintahan pada 21 Oktober 2026, Prabowo menyatakan bahwa kekayaan alam Indonesia masih menjadi sasaran tekanan dan kepentingan pihak luar. Ia mengibaratkan kebocoran kekayaan alam seperti darah yang menguras tubuh bangsa.

Prabowo mengungkap adanya indikasi keterlibatan sejumlah perusahaan asing dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dan berjanji akan mengambil tindakan tegas.

Dalam menghadapi tekanan global dan MSCI Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari berbagai lembaga atau pihak luar.

https://investortrust.id/national/120068/presiden-prabowo-katakan-kepada-msci-bangsa-indonesia-tidak-takut-siapa-pun

“Saya hanya katakan kepada MSCI. Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun. Dan tidak akan gentar,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Rapat tersebut menjadi kesempatan bagi Presiden untuk mengevaluasi perjalanan dua tahun pemerintahan sekaligus menyampaikan arah kebijakan menghadapi tantangan berikutnya.

Prabowo menegaskan pentingnya penyelamatan kekayaan nasional, serta kebutuhan menjaga persatuan. Ia menilai Indonesia terus menghadapi gangguan ketika berupaya memperbaiki kehidupan rakyat.

“Kita terus dihadang. Ada apa itu? Macam-macam lah. MSCI. Macam-macam. Dia mau takut-takuti kita,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus bekerja menghadapi tekanan tersebut.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan. Kita punya keberanian. Dan kita rela berkorban. Dan kita tidak mengenal menyerah,” katanya.

Ia juga membuka kemungkinan penghematan lebih besar apabila dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan negara.

“Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti,” ujar Presiden.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan pandangan Prabowo bahwa setiap kebangkitan Indonesia selalu menghadapi tantangan.

Menurut dia, kekayaan sumber daya alam Nusantara sejak lama menarik kepentingan pihak-pihak yang ingin menguasai atau mengambil manfaatnya.

“Bangsa Indonesia selalu kalau bangkit, bangsa Indonesia diserang dengan keras,” kata Prabowo.

Ia menyatakan gangguan terhadap Indonesia telah berlangsung sejak awal berdirinya republik. Menurut Presiden, sejarah memperlihatkan bahwa kekayaan Nusantara selama ratusan tahun menjadi sasaran perampasan oleh kekuatan asing. Karena itu, pemerintah harus memiliki keberanian untuk menjaga kekayaan nasional dan tidak bersikap naif dalam menghadapi kepentingan pihak lain.

Berantas Penyelundupan

Prabowo mengatakan, mandat rakyat diterima pemerintah dalam situasi yang menuntut pilihan tegas. Pemerintah harus menyelamatkan kekayaan bangsa atau membiarkan berlanjutnya sistem yang, menurut dia, menyebabkan kekayaan Indonesia terus diambil ke luar negeri melalui berbagai praktik penipuan.

“Bangsa kita ditipu. Rakyat kita ditipu. Pemerintah kita ditipu,” ujarnya.

Salah satu praktik yang disoroti Presiden adalah penyelundupan. Prabowo mempertanyakan apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang dapat membenarkan penyelundupan sebagai tindakan yang bukan merupakan pelanggaran. Ia mengibaratkan penyelundupan sebagai tindakan yang melukai tubuh bangsa dan menghancurkan kemampuan ekonomi nasional.

“Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita,” tegasnya.

Prabowo menjelaskan bahwa ancaman penyelundupan datang dari dua arah. Penyelundupan ke dalam negeri dapat berupa narkotika maupun barang-barang yang menekan industri domestik hingga menyebabkan pabrik tutup. Adapun penyelundupan keluar menghilangkan kekayaan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat.

Ia menyebut timah, emas, batu bara, dan kayu sebagai komoditas yang menjadi sasaran penyelundupan. Presiden juga menyoroti penyelundupan bahan bakar minyak serta pupuk bersubsidi. Menurut dia, tidak ada alasan untuk mempertahankan sistem yang membiarkan praktik tersebut terus berlangsung.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berada dalam keadaan yang menuntut kemampuan bertahan. Ia mengibaratkan sumber daya alam sebagai darah yang menopang kehidupan bangsa. Apabila darah tersebut terus bocor, negara tidak mungkin memiliki tubuh ekonomi yang sehat dan kuat.

“Kita harus bertahan. Kita harus menyelamatkan kekayaan kita,” katanya.

Dalam keadaan demikian, menurut Prabowo, kepentingan nasional dan kepentingan rakyat harus ditempatkan sebagai prioritas. Ia menambahkan bahwa tantangan untuk bertahan bukan hanya dialami Indonesia, melainkan juga banyak negara lain di tengah perubahan global. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles