Jumat, 6 November 2026

GAK BISA DIKORUP NIH…! Siti Fadilah Yakin Prabowo Bisa Gratiskan Palayanan Kesehatan Seluruh Rakyat Indonesia: Semua Pasti Happy! 

JAKARTA- Presiden Prabowo diyakini bisa menggratis pelayanan kesehatan seluruh rakyat Indonesia bersih dari korupsi. Hal ini disampaikan Menkes RI 2004-2009, Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) beberapa waktu lalu.

“Saya kira Pak Prabowo akan menuju ke sana,” ujarnya dalam @Mejamakanpodcast bersama Badan Relawan Prabowo di Garuda TV, Selasa 21 Oktober 2026.

Siti Fadilah yang pernah menjabat sebagai anggota Watimpres 2010-2014 mengatakan BPJS Kesehatan pernah menghitung biaya menggratiskan seluruh rakyat Indonesia.

“Kalau pemerintah menanggung semua pelayanan kesehatan seperti BPJS itu yang kelas 3. Itu kira-kira berapa sih? Saya pernah tanya kepada direktur utama BPJS. Kira-kira Rp 250 triliun,” jelas Fadilah.dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (6/11)

Untuk itu ia yakin Presiden Prabowo Subianto bisa memenuhi kebutuhan membebaskan seluruh rakyat Indonesia dari iuran BPJS Kesehatan.

“Menurut saya, kalau langkah-langkah Pak Prabowo ini konsisten seperti ini terus, nanti pada suatu saat, pasti untuk uang Rp250 triliun itu enggak masalah,” ujarnya.

Siti Fadilah memaparkan jaminan kesehatan seluruh rakyat untuk semua jenis penyakit ditanggung negara dengan fasilitas kelas 3 seluruh rumah sakit pemerintah di seluruh Indonesia.

“Misalkan negara menanggung Rp 250.000/orang di kelas 3. Tapi kalau pasien kaya gak mau di kelas 3, kepingin kelas 2 atau kelas 1 yang 1 kamar sendirian, ya boleh, harus bayar dong,” jelas.

Dengan demikian.Siti Fadilah menjelaskan, pemerintah hanya perlu membayar pelayanan kelas 3 di seluruh rumah sakit pemerintah. Semua pasien tak mampu dan mau dikelas 3, biaya pelayanan kesehatan dibayar pemerintah.

“Pada saat pemerintah sudah kuat, mengeluarkan Rp250 triliun dengan cara yang sangat transparan, bisa real time semua orang memantau apa yang digunakan di rumah sakit dan sebagainya,” kata Fadilah.

Ia memastikan kebijakan (menanggung biaya pelayan kesehatan di kelas 3 seluruh rumah sakit bagi seluruh rakyat– red) ini akan membuat semua pihak aman dan senang tidak seperti hari ini.

“Itu akan membuat rakyat happy, rumah sakit happy, membuat dokter happy. Membuat semua happy, pemerintah juga happy,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan juga aman karena tetap mengelola asuransi yang dibayar oleh pasien di luar kelas 3 yaitu kelas VIP, kelas 1 dan kelas 2 yang mendapatkan pelayanan diluar fasilitas kesehatan kelas 3.

“Yang berkelas itu dikelola oleh BPJS dengan sistim cost-sharing yang seperti sekarang. Mereka yang bayar iuran BPJS segini, boleh di kelas 1 atau kelas 2, kalau bayar segitu bisa VIP. Kalau tidak mampu, hanya pakai KTP, silahkan dikelas 3 dibayar negara,” jelasnya.

Dana Disimpan di Kas Negara, Gak Bisa Dikorup

Siti Fadilah menceritakan pengalamannya sebagai menteri kesehatan di bawah kepemimpinan Presiden SBY 2004-2009, menjalankan preogram Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat).

“Lah waktu itu kenapa kok bisa?.Padahal waktu itu satu kepala cuma Rp5.000. Tapi yang saya jamin itu bisa operasi jantung bebas. Cuci darah seumur hidup. Sakit lepra pun mendapat santunan.Orang gila pun, rumah sakit gila pun,” paparnya.

Ia menceritakan bahwa dana Jamkesmas tidak disimpan di Departemen Kesehatan tetapi dititip di Kas Negara.

“Nah, uang yang dari pemerintah itu dikelola oleh kas negara. Saya titipkan di Kas Negara oleh Kementerian Keuangan.Yang penting tidak bisa dikorupsi,” tegasnya.

Setiap ada tagihan rumah sakit secara berkala, setelah diverifikasi departemen kesehatan, maka menteri kesehatan akan meminta kas negara membayar langaung ke rumah sakit, sehingga terkontrol tidak ada celah korupsi.

“Saya bisa ngontrol. Jumlahnya berapa, berapa yang sudah dibayarkan ke rumah sakit, berapa yang sudah keluar, itu transparan. Real time. Jadi kalau dititipkan kepada saya, takutnya kebobolan di bawah. Saya enggak mau kalau dititipkan ke saya. Pengelola jangan pegang duit. Kalau pengelola pegang duit, nah itu bahaya,” jelas Siti Fadilah.

Meningkatkan Ekonomi Rakyat

Ia yakin dengan menggratiskan kesehatan seluruh rakyat maka masyarakat bisa produktif meningkatkan ekonominya dan perekonomian nasional.

“Rakyat grassroot tidak ada suatu kecemasan tentang kesehatannya, maka dia akan meningkat produktivitasnya. Dengan meningkatkan produktivitas pada orang-orang grassroot, mereka akan rajin, maka akan meningkatkan kesejahteraannya mereka sendiri Dan mereka akan bisa menciptakan pasar sendiri dan sebagainya. Maka kesejahteraan itu akan kembali pada rakyat (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles