Rabu, 22 April 2026

Ngeri Coy..! PKNU : Seret Pemerintah Myanmar ke Mahkamah Internasional Sebagai Penjahat Kemanusiaan

Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama Sumut Muhammad Ikhyar Velayati Harahap (Ist)

MEDAN- Tragedi kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama Sumut Muhammad Ikhyar Velayati Harahap meminta pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk melakukan tindakan yang nyata untuk dapat menghentikan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar,

“Melihat tragedi kemanusiaan dan penindasan yang di alami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, pemerintah dan masyarakat Indonesia harus melakukan tidakan nyata kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan tindakan kekerasan yang mengarah pada praktik genosida,” demikian ujarnya.

Tindakan nyata tersebut dalam bentuk Pemerintah Indonesia, mengambil inisiatif untuk mengorganisir dan mengadvokasi negara-negara di kawasan dan dunia internasional guna menyeret pemerintah Myanmar ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat kemanusiaan, mendorong pemberian sanksi ekonomi hingga aksi militer ke Myanmar agar kejahatan kemanusiaan secara sistematis, terstruktur, masif, dan meluas terhadap etnis minoritas Rohingya di Myanmar dapat segera di hentikan, ujar Ikhyar Harahap dalam keterangan tertulis di Medan, Selasa (5/9).

Ikhyar menambahkan, Dunia internasional harus mendesak panitia Nobel perdamaian agar mencabut penghargaan yang di berikan kepada Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, Karena  tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan kekerasan terhadap minoritas Rohingya dan malah membiarkannya. Aung San Suu Kyi tidak punya hak moral untuk menyandang gelar nobel perdamaian di tengah konflik dan kekerasan etnis rohingya di depan matanya.

“Kepada negara negara tetangga dan dunia internasional diharapkan membuka wilayah Rakhine agar bantuan dari seluruh negara bisa sampai ke sana, sehingga mereka bisa menyelamatkan diri dari persekusi pemerintah Myanmar,” tegasnya.

Terakhir ikhyar menyerukan kepada masyarakat Sumatera Utara untuk melakukan aksi massa besar besaran ke kantor konsulat Amerika serta negara negara asing yang ada di Sumatera Utara agar mereka melakukan tekanan aktif kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan aksi kekerasan yang mengarah pada pembersihan etnis tersebut.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, PKNU dalam waktu dekat akan mengundang organisasi kemasyarakatan, baik organ islam maupun non muslim untuk sama sama melakukan aksi solidaritas dan advokasi politik terhadap etnis rohingya yang ada di myanmar maupun etnis rohingya yang ada di Sumatera Utara khususnya, karena untuk membela etnis rohingya dari tragedi kemanusiaan tidak perlu menjadi muslim,  cukup anda menjadi manusia saja, tegas ikhyar. (Sugianto)

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles