Kamis, 11 Juni 2026

BANYAK KONFLIK KEPENTINGAN NIH..! Massa Bawa Panci dan Centong Segel Kantor BGN, Tuntut Progam MBG Dihentikan Sementara

JAKARTA – Puluhan aktivis dari berbagai organisasi masyarakat sipil melakukan demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Mereka menuntut moratorium sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Para aktivis antara berasal dari Transparency International Indonesia (TII), Pusat Kajian Ekonomi Celios, Suara Ibu Peduli, LBH Jakarta, Ibu Berisik dan beberapa organisasi lain tersebut menamakan diri sebagai Koalisi MBG Watch.

Salah satu perwakilan aktivis, Agus Sarwono dari TII mengatakan, Koalisi MBG Watch mendesak agar pelaksanaan MBG dihentikan sementara waktu.

 

“Penekanan kami tentu tegas. Stop. Moratorium dulu, berhenti dulu, jeda sejenak, perbaiki tata kelolanya,” ujar Agus di sela-sela aksi pada Rabu.

Menurutnya, salah satu perbaikan yang harus dilakukan adalah mengendalikan konflik kepentingan yang ada dalam pelaksanaan MBG.

Ia mengingatkan potensi korupsi terbesar dalam MBG salah satunya karena ada konflik kepentingan. Agus mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan dari Dewan Pakar dan Pengarah MBG yang pernah menyebut bahwa mereka pun memiliki dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dewan pakar sendiri yang bilang kan, ‘Kami juga punya dapur’ dengan bangganya. Ini menunjukkan apa? Normalisasi konflik kepentingan,” kata dia.

Selain itu Koalisi MBG Watch juga meminta agar seluruh informasi bisnis proses penunjukan atau seleksi mitra BGN dibuka.

Menurut Agus, publik perlu diberitahu soal mekanisme seleksi tersebut. Pasalnya saat ini banyak dugaan yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa mitra BGN dalam pelaksanaan MBG sesungguhnya terafiliasi dengan kelompok-kelompok kepentingan.

“Misalnya, partai politik, anggota DPR RI, anggota DPRD, dan seterusnya. Data ICW jelas kok,” tutur Agus.

Agus menekankan, koalisi menuntut agar moratorium MBG dilakukan sementara. Setidaknya dalam watu 30 hari terhitung dari 10 Juni 2026 ini.

Pasalnya, koalisi juga menyadari ada penerima manfaat MBG yang benar-benar membutuhkan program itu.

Jika dalam waktu 30 hari ke depan tidak ada moratorium dan evaluasi, Koalisi MBG Watch akan melakukan demonstrasi lanjutan dengan skala lebih besar.

Massa dari Koalisi MBG Watch juga melakukan aksi teatrikal dengan membawa panci, wajan, sotil hingga ompreng MBG untuk dibunyikan di lokasi.

Selain itu, ada aksi simbolis membunyikan klakson oleh pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi demonstrasi.

Agus bilang, aksi membunyikan klakson motor dan mobil secara bersahut-sahutan itu sebagai simbol dukungan masyarakat terhadap tuntutan agar MBG dievaluasi. Massa dari koalisi juga membawa makanan ringan berupa berbagai gorengan, lontong dan onde-onde untuk dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.

Koordinator Advokasi MBG Watch, Galau D Muhammad mengatakan, pembagian makanan gratis itu merupakan sindiran untuk program MBG.

“Kita ingin membagi makanan secara gratis, tanpa uang negara, tanpa uang pajak yang dibayarkan secara rutin oleh setiap warga negara,” tutur Galau.

“Ini sumbangsih kolektif dari uang masyarakat. Ini makanan yang bergizi dan tadi sudah ada yang makan, mereka tidak keracunan,” tutur dia.

Segel Kantor BGN

Aksi mensegel kantor BGN, Rabu (10/6). (Ist)

Dalam aksi pada Rabu, Koalisi MBG Watch juga menyegel papan nama Kantor BGN dengan menggunakan tali berwarna hitam dan kuning seperti garis polisi.

Sejak aksi dimulai pukul 13.00 WIB hingga berakhir jam 15.30 WIB, tidak ada perwakilan dari pihak BGN yang menemui massa demontrasi. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles