Minggu, 1 Februari 2026

Mantaaap…! Presiden Jokowi: Padat Karya Naikkan Daya Beli Rakyat

Presiden Jokowi saat meninjau program pada karya tunai, di Desa Panyangkalan, Kabupaten Gowa, Sukawesi Selatan, Kamis (15/2). (Ist)

GOWA-Usai menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Beras Sejahtera (Rastra), di Lapangan Syekh Yusuf, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau program pada karya tunai, di Desa Panyangkalan, Kabupaten Gowa, Sukawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/2) siang.

Presiden menjelaskan, program padat karya tunai di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan kurang lebih ada 380 titik. “Ada berupa irigasi, ada berupa, jalan persawahan untuk mempermudah produksi,” ungkap Presiden Jokowi.

Mengenai upah para pekerja program padat karya tunai, Presiden Jokowi mengemukakan, khusus di Kabupaten Gowa dibayar Rp125.000/hari untuk tukang dan Rp85.000/hari untuk pembantunya.

Mengenai penentuan gaji bagi pekerja program padat karya tunai ini, Presiden Jokowi mengatakan, mengikuti standar yang ada, sehingga diharapkan tidak sampai merusak pasar.

“Kalau kita bandingkan seperti kemarin di Jawa Tengah hanya Rp100.000, di Sumbar beda lagi, di tempat lain beda lagi,” ujar Presiden.

Presiden berharap, kalau nanti saluran irigasi sekundernya sudah bagus, nanti tersiernya juga baik, jalan produksinya baik, maka produksinya akan bisa lebih diperbaiki dan ditingkatkan lagi.

Jokowi Di Seram Barat

Sebelumnya, Kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, program padat karya tunai digulirkan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat melalui keterlibatan warga setempat dalam program tersebut.

“Kita ingin padat karya tunai ini bisa mendistribusi anggaran langsung ke desa sehingga tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat semakin naik,” kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu (14/2) siang.

Dengan cara yang sangat produktif ini, lanjut Presiden, pemerintah ingin dilakukan perbaikan jalan-jalan produksi dari sawah ke sawah dan irigasi di sawah. “Sehingga banyak manfaat dari program padat karya tunai,” ucapnya.

Program padat karya tunai yang ditinjau Presiden bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff itu adalah pembangunan jalan produksi sepanjang 1.095 meter, dengan nilai Rp600 juta dan berlangsung selama tiga bulan.

Selain itu juga pembangunan irigasi kecil sepanjang 3,6 kilometer dengan nilai Rp1,35 miliar dan dikerjakan selama 50 hari.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah meninjau proyek pembangunan yang didanai oleh program padat karya di Kampung Oihu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, dalam bentuk pembangunan jalan lingkungan dan penerangan jalan serta drainase dengan melibatkan sedikitnya 160 warga setempat.

Sementara itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga mengerjakan proyek padat karya berupa normalisasi sungai di desa yang sama. Dalam proyek tersebut, sebanyak 150 warga dilibatkan.

Presiden Joko Widodo menyebut bahwa program padat karya ini akan terus dilanjutkan. Hal itu dilakukan selain untuk membuka lapangan kerja di pedesaan, juga agar perputaran uang di masyarakat semakin meningkat.

“Yang melakukan ini nantinya tidak hanya Kementerian PU dan Desa, yang lain juga sama. Kementerian Perhubungan nanti dilakukan sebagian dengan padat karya tunai. Kementerian BUMN juga,” sambung Presiden. (Aslan/Uci)

 

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru