JAKARTA- Keluarga besar Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) menyampaikan turut berduka atas wafatnya Muhammad Yamin, SH suami tercinta dari Dr. Yuni Satia Rahayu, SS, M Hum, mantan Wakil Bupati Kabupaten Sleman dan juga merupakan salah satu Dewan Penasehatnya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Petani Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini disampaikan dalam www.petani.id dan dikutip Bergelora.com di Jakarta, Senin (25/3).
Muhammad Yamin, SH atau biasa dipanggil para petani dengan sebutan Oom Yamin wafat diusia 54 tahun di RSIA Mitra Plumbon Majalengka, Jawa Barat, pada pukul 16.00 WIB, dikarenakan mendapatkan serangan jantung, dan jenazah langsung di bawa ke rumah duka Jl. Pugeran III, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY tiba pada pukul 23.00 jenazah langsung disucikan, diberi kain kafan dan kemudian dilakukan sholat jenazah. Suasana haru sangat terasa manakala jenazah tiba di rumah duka, yang disambut dengan doa dan isak tangis anggota keluarga yang ditinggalkan.
Sosok Oom Yamin sendiri dimata para pengurus Petani sangat berpengaruh positif. Oom Yamin banyak membantu strategi-taktik untuk konsolidasi basis-basis Petani dengan gayanya yang khas, selain itu Oom Yamin juga rajin memantau dinamika Petani baik secara langsung ataupun melalui media sosial (medsos) di group WhatsApp (WAG) ‘Bangga Jadi Petani’ yang Oom Yamin sendiri admin di group tersebut. Yamin juga memberikan masukan, kritik dan saran yang sangat keras dan konstruktif untuk pembangunan basis-basis produksi Petani.
“Saya pernah tinggal, makan-tidur dan bekerja di rumah beliau yang di Pugeran itu dan banyak belajar sama Oom Yamin hampir 6-8 bulan. Yamin ajarkan, saat ini Petani bisa melewati fase tersulit dengan dinamika yang positif. Ya style om. Yamin memang begitu, terkadang orang yang tidak mengenalnya akan berpikir subyektif tapi jika sudah mengenalnya, kadang om Yamin yang malah kita kerjain/godain bareng-bareng sama kawan-kawan lainnya,” kata Sekretaris Jenderal Petani Wiwit ‘Suketel’ Subakti kepada petani.id.
Sementara itu Ketua Umum Petani Satrio Damardjati, SP., mewakilkan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Petani takziah ke rumah duka Penasihat DPW Petani DIY Yuni Satia Rahayu istri almarhum Muhammad Yamin Ketua Umum Seknas Jokowi dengan di dampingi oleh Ketua DPW Petani DIY Anggit Bimanyu pada hari Jumat, 22 Maret 2019 begitu menerima kabar duka langsung dari Penasihat DPW Petani DIY Yuni Satia Rahayu.
“Saya disini sampai prosesi pemakaman Sabtu. Kami sangat dekat dengan keluarga almarhum” kata Ketua Umum Petani Satrio Damardjati kepada petani.id saat ditanya di rumah duka.
Saudara-saudara pengurus DPW Petani DIY juga turut tarziah dan sudah berada di rumah duka adalah Sekretaris DPW Petani DIY Asti Irwandiyah, Bendahara DPW Petani DIY Aknes Eni Suryani, Wakil Sekretaris DPW Petani DIY Ari Kusharyono, dan anggota DPW Petani DIY Sri Astuti. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Petani, Ketua DPW Petani DIY, dan Sekretaris DPW Petani DIY, Bendahara DPW Petani DIY, “Kami atas nama Keluarga Besar Petani menyampaikan duka yang mendalam kepada pihak keluarga besar Dr. Hj Yuni Satia Rahayu, SS, M Hum selaku Penasihat DPW Petani DIY dan turut mendoakan agar suami beliau Muhammad Yamin diberikan tempat yang terbaik disisi-Nya,” kata Ketua Umum Petani Satrio Damardjati.
“Pernah suatu saat saya bersama Oom Yamin kunjungan ke salah satu basis produksi Petani di Kaliurang untuk melihat kegiatan produksi susu Kelompok Petani Pembudidaya Sapi Perah. Om Yamin pernah bilang bahwa kalau hasil produksi mentah saja mana bisa meningkatkan pendapatan Petani. Petani harus dipacu membuat produk sampai bisa langsung ke konsumen,” katanya.
Lalu Yamin menurutnya mencetuskan ide dengan membuat ‘Jogja Coffee and Milk’ sebagai salah satu contoh pemasaran hasil susu murni tersebut. Dari ide itulah maka lahir ‘Warung Petani’ yang saat ini menjadi fokus perjuangan dari Petani, baik di tingkat nasional, wilayah maupun cabang.
“Banyak kawan-kawan menilai kalau Oom Yamin itu keras dan galak. Itu wajar karena kita yang dekat dengan si Oom saja kalau salah dan kerjaan tidak selesai pasti kena marah karena Oom Yamin itu orang yang idealis dan punya prinsip yang kuat,” katanya.
Pesan Yamin yang diingatnya dalah adalah ‘Jangan menjadi Kabir’ (Kapitalis Birokrat) jika kita suatu saat diamanahkan memegang suatu jabatan.” kenang Ketua Umum Petani Satrio Damardjati di rumah duka.
Pagi hari Sabtu, 23 Maret 2019 sebelum jenazah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Seyegan, Kabupaten Sleman, pada jam 14.00 WIB. Presiden Joko Widodo didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyempatkan diri ditengah padatnya jadwal kegiatan kepresidenan takziah ke rumah duka Penasihat DPW Petani DIY Yuni Satia Rahayu istri almarhum om. Yamin Ketua Umum Seknas Jokowi. (Web Warouw)

