Kamis, 30 April 2026

WASPADA…! Kampanye Di Manado, Prabowo Kibarkan Bendera Organisasi Terlarang, Rusak Persaudaraan

Pengibaran bendera organisasi terlarang ditengah kampanye Prabowo Subianto di Kota Manado, Minggu (25/3). (Ist)

MANADO- Sudah tidak diragukan lagi, agenda Prabowo Subianto adalah untuk menghancurkan negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Secara terang-terangan dalam kampanye resmi di Manado, Minggu (24/3) calon presiden Prabowo Subianto mengibarkan bendera organisasi terlarang yang bertujuan menjadikan Indonesia bagian dari Khilafah Islamiah, seperti yang menjadi tujuan dari organsasi teroris ISIS di Timur Tengah.

Hal serupa disampaikan oleh Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyebut bendera Al-Liwa yang merupakan panji Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkibar di tengah kampanye terbuka Prabowo Subianto di Manado, Minggu (24/3).

“Semakin jelas dan nyata Prabowo-Sandi didukung kelompok eks HTI. Indikasinya, keberanian mereka mengibarkan bendera Al-Liwa di panggung utama kampanye (Prabowo) di Kota Manado, bendera itu tampak tegak berdiri,” kata Ace Hasan Syadzily  dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (24/3) dan dimuat oleh situs Berita Nasional Antara.com.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi bendera organisasi terlarang, menyapa simpatisannya saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3). (Ist)

Ace mengatakan bendera Al-Liwa adalah bendera yang menjadi panji HTI, yakni kelompok yang selama ini selalu menyuarakan konsep khilafah dan anti terhadap nation-state, yang secara terang-terangan mengakui ingin menegakkan sistem khilafah yang anti-Pancasila.

“Eks HTI selama ini ada di balik pendukung utama Prabowo-Sandi. Mereka sangat militan melawan pemerintahan Jokowi karena Pemerintahan Jokowi bersikap tegas terhadap organisasi yang ingin mengancam ideologi Pancasila dan NKRI,” kata Ace.

Ace mempertanyakan mengenai berkibarnya bendera HTI dalam kampanye terbuka Prabowo di Manado.

“Bagaimana mungkin seorang Prabowo yang patriotik dan nasionalis tidak berani bersikap dengan tegas hanya karena ingin mendapatkan dukungan elektoral,” kata dia.

Dia mengatakan tegaknya Pancasila dan NKRI harus di atas segalanya dibanding hanya ingin mendapatkan dukungan elektoral.

Tentang pengibaran bendera tersebut, tokoh-tokoh pemuda di Sulawesi Utara segera merapatkan barisan berkonsolidasi. Mereka memastikan bahwa tidak boleh ada suara yang memilih Prabowo Subianto di seluruh Sulawesi Utara.

“Mendukung dan memilih Prabowo Subianto cuman mo beking rusak ni Indonesia Indonesia. Torang nimbole kase biar, Indonesia dorang so mo beking ancor. Torang yang akan beking ancor pa dorang kalau macam-macam. (Mendukung dan memilih Prabowo Subianto hanya akan merusak Indonesia. Kita tidak akan biarkan mereka menghancurkan Indonesia. Kita yang akan lebih dulu hancurkan mereka, kalau macam-macam-red),” tegas  Jandri Rumambi, tokoh pemuda dari Tondano ketika dihubungi Bergelora.com, Minggu (25/3).

Hal yang sama juga disampaikan oleh tokoh perempuan, Djarna Patilima di Bolaang Mongondow Utara. Menurutnya, pengibaran bendera teroris di kota Manado merusak persaudaraan yang selama ini sudah terpelihara ratusan tahun antar suku, etnis dan ras di Sulawesi Utara.

Nimbole ganggu torang pe persaudaraan di Sulawesi Utara. Jang karena kepentingan pemilihan presiden, Prabowo beking ancor torang pe persaudaraan. Torang samua disini basudara. Jang bekin rusak. Jang pili pa dia  (Jangan ganggu persaudaraan kami di Sulawesi Utara. Jangan karena kepentingan pemilihan presiden, Prabowo hancurkan persaudaraan kita. Kita disini semua bersaudara. Jangan rusak. Jangan pilih dia-red)” tegasnya. (Herny Sualang)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles