Kamis, 29 Januari 2026

PANTESAAAN…! Mayjen (Purn) Saurip Kadi: Prabowo Harus Belajar Lagi Pertahanan Keamanan Di Jaman Now

Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi. (Ist)

JAKARTA- Menanggapi hasil Debat Paslon Presiden ke-4 semalam (29 Maret 2019), Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi yang mantan Aster Kasad sekaligus juga teman seangkatan Capres Nomor 02 Prabowo Subiyanto di AKABRI (Nomor Akademi 70), terheran-heran, bagaimana mungkin pak Jokowi yang lulusan Faktultas Kehutanan UGM justru lebih menguasai bidang pertahanan.

Menurut Saurip, pernyataan Capres nomor urut 01 Jokowi justru mengetahui bahwa perang jaman now bukan lagi adu kekuatan persenjataan seperti perang jaman old, tapi  perang asimetris yang intinya adalah bagaimana mempengaruhi rakyat negara lawan melalui perubahan mindset,” ujarnya kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (31/3).

Dan saat ini, menurut Saurip Kadi, negara negara lain sudah mengubah konsep pertahanan mereka, bahkan Amerika Serikat sudah menutup sejumlah pangkalan militernya di negara lain.

Saurip Kadi juga menyatakan, keliru besar jika Prabowo membandingkan besaran anggaran militer Indonesia dengan Singapura.

“Dengan luas wilayah yang kecil, tidak lebih dari Kabupaten Brebes, tapi menguasai kekuatan  ekonomi kawasan melalui jasa finansial dan perdagangan, maka tidak ada pilihan, Singapura harus mempunyai keunggulan dibidang militer.  Karena dengan 1 sorty pengeboman saja,  Singapura akan habis'” katanya.

Jadi, menurutnya, Prabowo harus belajar lagi soal pertahanan dan keamanan yang terbaru. Sesuai jaman now. 

“Kalau perlu, melalui Bimbingan Belajar, tandas Saurip Kadi.

Ditanyakan soal makna penyataan Capres Nomor 02 Prabowo Subiayanto bahwa dirinya adalah lebih TNI dari TNI, Saurip Kadi menyilahkan bertanya langsung kepada Prabowo.

“Tapi yang saya ketahui pak PS adalah Perwira Tinggi TNI yang dipecat dari dinas aktif, karena berinisiatif melakukan penculikan sejumlah aktifis, sebagaimana diakui sendiri di depan sidang DKP,” imbuhnya.

Setelah ikatan dinasnya selesai, berakhirnya dinas militer di negara manapun hanya ada 3 alasan, yaitu pertama karena atas pemintaan sendiri untuk pensiun dini, kedua karena diberhentikan dengan hormat akibat sakit atau cacat sehingga tidak lagi mampu menjalankan tugas-tugas kemiliteran dan yang ketiga karena pensiun sesuai batas umur yang diatur oleh Undang-Undang. Di luar ketiga alasan tersebut adalah karena dipecat.

“Karena pak PS adalah perwira tinggi bintang tiga dan lagi menantu pak Harto, ya saru kalau digunakan istilah dipecat, maka dihadapkan pada kondisi riil saat itu, penggunaan istilah diberhentikan sungguh sangat bijak,” tandasnya.

Terhadap pertanyaan, kualitas jawaban  bidang pertahanan oleh capres nomor urut 01 Jokowi, Saurip Kadi mengajak bangsa ini sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena mempunyai Presiden yang paham bahwa tentara dalam negara demokrasi,– senjatanya wajib menghadap keluar.

“Gelar TNI saat ini adalah warisan Belanda yang dilanjutkan Orba. Maka kedepan  harus ditata ulang agar bisa meng “cover” seluruh wilayah pertahanan NKRI, untuk melumpuhkan musuh sebelum masuk maupun yang sudah terlanjur masuk masuk ke dalam wilayah NKRI,” tegasnya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru