Jumat, 24 April 2026

TERLALU…! PDIP Sesalkan Ucapan Ustad Somad Dalam Video Viral

Ustad Somad. (Ist)

YOGYAKARTA– DPP PDIP Yogyakarta kecewa dengan video pendek kutipan ceramah yang menyinggung salah satu umat. Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Bergelora.com Minggu (18/8) ada 6 poin yang disampaikan DPD PDIP Yogyakarya yang ditanda tangani Nuryadi Spd sebagai Ketua.

“Beredarnya video pendek tersebut telah mencederai toleransi antar umat ” terang Nuryadi Spd Ketua DPD PDIP Yogyakarta, Minggu (18/8/2019).

Berikut keterangan lengkap DPD PDIP Yogyakarta 18 Agustus 2019.

‌Beberapa hari terakir ini, di tengah suasana perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-74, sosial media diramaikan dengan viralnya video pendek kutipan ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS).

Dalam video tersebut, UAS menguraikan penjelasan akan sebuah pertanyaan tertulis. Akan tetapi penjelasan tersebut telah menyinggung ke-Imanan umat lain.

Perbedaan pemahaman teologi merupakan hal yang wajar, namun bukan alasan yang dibenarkan bila perbedaan tersebut untuk merendahkan dan melecehkan keyakinan yang berbeda.

Beredarnya konten tersebut ke publik ternyata mencederai semangat dan usaha menjaga toleransi antar pemeluk agama. Toleransi merupakan modal dasar keberlangsungan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Komitmen merawat keberagaman di Bumi Indonesia merupakan tanggung jawab moral kita bersama. Seorang tokoh agama hendaknya mampu memberikan kesejukan dan mampu mengayomi agama dan kepercayaan lainnya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika bukan mempertentangkan dogma keagamaan.

Bung Karno sendiri pernah menegaskan dasar keberagamaan itu pada pidato Kelahiran Pancasila 1 Juni 1945, yang kami kutipkan sebagai berikut :

“Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan cara yang

berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.

Nabi Muhammad SAW telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid, tentang menghormati agama-agama lain; Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid itu.

Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu… “,

Atas dasar pemikiran dan realita yang terjadi, DPD PDI Perjuangan DIY dan DPC PDI

Perjuangan Se-DIY sebagai Partai Politik Nasionalis menghormati nilai-nilai religius menyatakan:

1. Bahwa Undang – Undang Dasar 1945 sebagai dasar konstitusi di Republik ini secara tegas memberi jaminan kebebasan dan kemerdekaan dalam menganut kepercayaan. Konstitusi juga mengamanatkan bahwa Negara harus memberikan perlindungan bagi masyarakat yang menganut agama dan kepercayaannya. Kita percaya bahwa sesungguhnya, Rakyat Indonesia yang memiliki perbedaan Agama dan Kepercayaan dalam keseharian hidupnya telah saling menghormati, saling bertoleransi dan bertenggang rasa. Maka dari itu, kami menyatakan bahwa pernyataan UAS nyata – nyata bertentangan dengan UUD 1945.

2. Kami menyesalkan ucapan UAS yang telah memasuki wilayah kepercayaan dan teologi agama lain. Sudah pasti ucapannya tentang “jin kafir” yg ditujukan pada simbol Salib yang diyakini oleh agama Kristen dan Katolik membuat kaum Nasrani sedih dan kecewa. Kami juga kecewa karena UAS yang begitu hebat dan flamboyan, seorang ustadz yang kami percayai memiliki kemampuan intelektual yang memadahi telah dengan sadar mengucapkan kata yang kami anggap tidak hanya melukai kaum Nasrani tapi juga mencederai komitmen kita dalam berbangsa yakni Bhinneka Tunggal Ika.

3. Kami meminta Negara segera ambil tindakan terhadap kekeliruan atau mungkin kesengajaan yang dibuat UAS. Seperti yang kami ketahui bahwa UAS tercatat sebagai PNS/ASN di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.

4. Sebagai Aparat Sipil Negara, UAS harus turut membangun persatuan sesama antar anak bangsa bukan menebar bibit kebencian Kami mengajak para tokoh – tokoh agama untuk selalau memberi pemahaman yang positif atas keberagaman yang ada. Keberagaman di tanah air ini termasuk keberagaman agama merupakan pilar penting bagi persatuan bangsa. Hal itu juga merupakan upaya membangun Islam sebagai Rahmatan-lil-alamin (rahmat bagi semesta).

5. Kepada umat Nasrani, kami tetap bersama dengan kalian sebagai warga negara dan bangsa. Dan seperti ajaran yang kalian sangat yakini, teguhkan hati kalian dan ampunilah kesalahan orang lain dan tetaplah menyebarkan kasih di antara kami semua. Kami sungguh mengapresiasi sikap iman Umat Kristiani yang tidak gegabah reaksioner atas pernyataan UAS yang menyinggung inti dari ajaran Iman Kristiani.

6. Pada kesempatan ini, kami juga memberikan apresiasi kepada elemen – elemen masyarakat yang selama ini turut menjaga toleransi (verdraagzaamheid) kebangsaan.

Kami juga terus mengajak agar kita memenuhi dunia sosial media dengan positive contain yang meneguhkan kebhinekaan Indonesia sebagai taman sari keberagaman dunia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar Pancasila.

Demikianlah pernyataan DPD PDI Perjuangan DIY dan Seluruh DPC PDI Perjuangan Se- DIY. Semoga di tengah suasana perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

mengingatkan kita untuk terus mengisi perjalanan sejarah bangsa dengan semangat persatuan Yogyakarta, Pada Hari Konstitusi Indonesia,

18 Agustus 2019

DEWAN PIMPINAN DAERAH

PARTAI DEMOKRASI INDONSIA PERJUANGAN

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Ketua                                                                                                  Sekretaris

N u r y a d i , S . Pd .                                                                       GM. Totok Hedi Santosa

(Hari Subagyo)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles