DEPOK- Hujan tidak menghalangi Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, untuk aksi bersama warga Kecamatan Beji, Depok. Senin (3/2) sekitar jam 9 pagi, ratusan orang relawan DKR dan masyarakat sudah mulai berkumpul menuntut pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Depok.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, aksi yang langsung dipimpin oleh Roy Pangharapan, Ketua DKR Kota Depok longmarch dari lampu merah simpang Ramanda kemudian dihadang petugas keamanan di depan pintu gerbang Kantor Walikota Depok.
Aksi dilanjutkan dibawah pengawasan pihak keamanan. Setelah melihat mayoritas peserta aksi adalah kaum ibu dan tetap bertahan walau hujan, akhirnya pintu gerbang dibuka oleh petugas keamanan. Peserta aksi diperbolehkan masuk ke area kantor Walikota Depok.
Beberapa perwakilan aksi melakukan orasi membawakan tuntutan pendirian SMA Negeri di kota Depok. Akhirnya pihak Pemerintah Kota Depok bersedia menemui perwakilan masa aksi.

Delegasi dipimpin oleh Roy Pangharapan, langsung ditemui oleh pihak Pemerintahan Kota Depok yang diwakili oleh Mulyadi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota.
Delegasi menyampaikan tuntutan agar segera dirikan SMA Negeri 14 Depok di Kecamatan Beji.
“Warga Kecamatan Beji tidak punya sekolah negeri. Tahun ini padahal harus segera sekolah. Seharusnya kalau ada SMA Negeri maka bisa ada penerimaan siswa baru. Sehingga sekolah tidak jauh. Dengan adanya sistim zonasi, kalau gak ada SMAN, kemana anak-anak kami sekolah. Selama ini mereka sekolah di swasta seperti Putra Bangsa, Muhammadiyah dan Taufiqurrachman,” ujarnya.
Menjawab hal tersebut, Pemerintah Kota Depok untuk mendukung penuh pendirian SMA Negeri 14 DEPOK di Beji.
“Sementara menumpang dulu di gedung SMPN yang ada di kecamatan Beji. Pemerintah akan mengupayakan agar SMAN 14 Depok di Beji bisa menerima siswa baru dalam tahun ajaran 2020,” ujar Mulyadi.
Setelah diterima tuntutan diterima oleh perwakilan Pemerintah Kota Depok, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib kembali kerumah masing-masing. (Siti Ainun)

