Jumat, 24 April 2026

NGERIK…! Kasus Corona Di Luar China Terus Meningkat

37.043 WNI di Korea Selatan butuh perlindungan. (Ist)

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus virus corona baru Covid-19 terus meningkat di luar China dengan jumlah kasus baru per hari kemarin yang hampir menyamai jumlah infeksi baru virus terkonfirmasi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Berdasarkan data laporan situasi harian resmi WHO per tanggal 25 Februari 2020 yang dikutip di Jakarta, Rabu, sebanyak 908 kasus baru Covid-19 terjadi secara global dengan rincian 518 kasus baru terjadi di China dan 390 kasus terjadi di luar China.

Secara keseluruhan sebanyak 80.239 kasus Covid-19 terjadi secara global, 77.780 kasus di antaranya terjadi di China dengan 2.666 kematian (71 kasus kematian baru). Sebanyak 2.459 kasus terjadi di 33 negara dengan angka kematian mencapai 34 korban jiwa (11 kasus kematian baru).

Berdasarkan data WHO dalam lima hari terakhir, kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi di luar China terus melonjak. Mulai tanggal 21 hingga 25 Februari, jumlah kasus baru Covid-19 yang terjadi di luar China adalah 127, 202, 367, 300, dan 390 kasus.

Kasus paling banyak terjadi di luar China berada di Korea Selatan 977 kasus dengan penambahan 214 kasus baru, di Kapal Pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama Jepang 691 kasus, dan Italia sebanyak 229 kasus dengan tambahan 105 kasus baru.

WHO bersama dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit wilayah Eropa telah berada di Italia sejak Senin (24/2) untuk mendukung otoritas Italia dalam menangani kasus Covid-19 di negara tersebut.

Terdapat empat negara baru yang melaporkan adanya kasus positif Covid-19 yaitu Afghanistan, Bahrain, Irak, dan Oman.

Di kawasan Pasifik Barat selain di Korea Selatan kasus terbanyak juga terjadi di Jepang (157), Singapura (90), Malaysia (22), Australia (22), Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1). Untuk wilayah Asia Tenggara tidak terjadi penambahan yaitu di Thailand (37), India (3), Nepal (1), Sri Lanka (1).

Penyebaran di Benua Amerika terjadi di Amerika Serikat (53), dan Kanada (10) dengan penambahan kasus 18 orang di AS dan satu di Kanada. Wilayah Eropa paling banyak di Italia (229), Jerman (16), Prancis (12), Inggris (13), Israel (2), Rusia (2), Spanyol (2), Belgia (1), Finlandia (1).

Untuk wilayah Timur Tengah paling banyak dilaporkan terjadi di Iran (61) dengan penambahan 18 kasus baru, Uni Emirat Arab (13), Bahrain (8), Kuwait (8) bertambah lima kasus baru, Oman (2), Afghanistan (1), Irak (1), Lebanon (1), dan Mesir (1).

Kasus Pertama Di Aljazair

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya Aljazair mengumumkan kasus pertama terkonfirmasi virus corona, yakni seorang pria Italia yang tiba di negara tersebut pada 17 Februari dan kini telah diisolasi.

Kasus itu diumumkan oleh menteri kesehatan dan Presiden Abdelmadjid Tebboune mencuit di Twitter bahwa ia memerintahkan otoritas medis agar mengambil pencegahan maksimal.

Tebboune juga meminta warga Aljazair agar berhati-hati dengan informasi yang mereka sebarkan melalui internet.

Italia utara, tempat banyak warga Aljazair menetap, menjadi pusat wabah virus corona dengan lebih dari 280 kasus dan 11 kematian.

Perusahaan migas Italia yang bermarkas di Milan, Eni, juga terlibat dalam sejumlah proyek di Aljazair.

Penyakit itu menjangkau Aljazair pada saat politik dalam kondisi rumit, menyusul setahun aksi protes massa jalanan yang masih terjadi setiap pekannya.

Presiden Tebboune terpilih pada Desember dalam pemilihan yang ditentang oleh pemrotes, yang aksi-aksi unjuk rasanya membantu melengserkan pendahulu Tebboune, Abdelaziz Bouteflika.

Satu Pasien Kritis Baru Di Jerman

Sementara itu, Pria berusia 25 tahun di Negara Bagian Baden-Wuerttemberg, Jerman selatan, terbukti positif mengidap virus corona usai mengunjungi Milan, dan seorang pria di ujung utara berada dalam kondisi kritis akibat penyakit tersebut, ungkap otoritas, Selasa.

Kementerian Kesehatan Baden-Wuerttemberg menyebutkan pria di wilayah selatan itu, yang tampaknya baru terinfeksi selama kunjungan ke Italia, menghubungi pihak terkait setelah mengalami gejala seperti flu. Ia akan dirawat secara terpisah, tambahnya.

“Mereka yang melakukan kontak dengan pasien akan dikarantina di rumah dan akan ditanya kondisi kesehatannya setiap hari,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan North Rhine-Westphalianegara menyebutkan pria di wilayah itu dibawa ke rumah sakit pada Senin malam dengan gejala serius pneumonia.

“Pasien dalam kondisi kritis dan saat ini diisolasi di unit perawatan intensif,” kata kementerian.

“Istri pasien juga dirawat sebagai pasien rawat inap dengan gejala penyakit virus tersebut. Saat ini kondisinya stabil. Diagnosis apakah ia juga tertular virus tersebut masih belum diketahui,” katanya.

Kasus baru virus corona terkonfirmasi itu menambah jumlah keseluruhan kasus COVID-19 di Jerman menjadi 18, tanpa laporan kematian. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles