Sabtu, 25 April 2026

AWAAAS…! Australia Benarkan Kematian Pertama Virus Corona

Pasien corona d Australia. (Ist)

JAKARTA- Australia pada Minggu pagi membenarkan kematian pertama pasien virus corona di rumah sakit di Kota Perth, menurut pejabat kesehatan Andrew Robertson.

Pria berusia 78 tahun itu dikarantina seusai dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang, di antara lebih dari 150 warga Australia yang dijemput dari kapal tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien dan menyayangkan ia menjadi korban meninggal pertama akibat virus corona di Australia,” kata kepala dinas kesehatan Negara Bagian Australia Barat, Robertson kepada awak media.
Istri pria tersebut juga tertular virus corona, namun kini kondisinya stabil, kata otoritas.
Jumlah kasus terinfeksi COVID-19 di Australia mencapai 25 kasus, berdasarkan data pemerintah terbaru.
Pada Sabtu Australia menyebutkan pihaknya akan melarang masuk wisatawan asing dari Iran lantaran penyebaran virus di negara Republik Islam tersebut.
Terdapat lebih dari 85.000 kasus terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia, sebagian besar di China, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara itu, di luar China virus corona telah menjangkit ke 53 negara dengan lebih dari 6.000 kasus dan 86 kematian.
Kasus Terus Bertambah 
Kepada Bergelora.com dilaporjan, kasus positif virus corona (COVID-19) di Korea Selatan, Italia, dan Iran yang menjadi episentrum baru virus tersebut terus bertambah secara signifikan dengan jumlah yang mencapai ratusan kasus baru.
Berdasarkan data laporan situasi harian resmi WHO per tanggal 29 Februari 2020 yang dikutip di Jakarta, Rabu, 85.403 kasus COVID-19 terjadi dengan 1.753 penambahan kasus baru secara global.
Sebanyak 79.394 kasus terjadi di China (435 kasus baru) dengan total angka kematian mencapai 2.838 jiwa (47 kematian baru. Kasus di luar China mencapai 6.009 kasus terkonfirmasi (1.318 kasus baru) dengan total 86 kematian (19 kasus kematian baru) di 53 negara. Sebanyak dua negara, yaitu Meksiko dan San Marino, melaporkan kasus COVID-19 pertamanya dalam 24 jam terakhir.
Di kawasan Pasifik Barat kasus terbanyak terjadi di Korea Selatan (3.150) dengan 813 kasus baru, Jepang (230) dengan 20 kasus baru, Singapura (98) bertambah dua, Malaysia (24), Australia (24) bertambah satu, Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1), Selandia Baru (1). Untuk wilayah Asia Tenggara, yaitu Thailand (42) bertambah dua, India (3), Nepal (1), Sri Lanka (1).
Penyebaran di benua Amerika terjadi di Amerika Serikat (62) bertambah tiga, Kanada (14) bertambah tiga , Meksiko (2), dan Brasil (1). Wilayah Eropa paling banyak di Italia (888) bertambah 238 kasus, Jerman (57) bertambah 31, Prancis (57) bertambah 19, Spanyol (32) bertambah tujuh, Inggris (20) bertambah empat, Swedia (12) bertambah lima, Swiss (10) bertambah empat, Austria (5) bertambah satu, Norwegia (6) bertambah dua, Kroasia (5) bertambah dua, Israel (5) bertambah dua, Yunani (3), Rusia (2), Finlandia (2), Belarusia (1), Lithuania (1), Belanda (2), Belgia (1), Denmark (2), Estonia (1), Georgia (2), Makedonia Utara (1), dan Rumania (3).
Untuk wilayah Timur Tengah paling banyak dilaporkan terjadi di Iran (388) dengan penambahan 143 kasus baru, Kuwait (45), Bahrain (38), Uni Emirat Arab (19) , Irak (8) bertambah satu kasus, Oman (6), Lebanon (2), Pakistan (2), Afghanistan (1), dan Mesir (1). Untuk wilayah Afrika adalah Aljazair (1), dan Nigeria (1).
Kasus COVID-19 di Kapal Diamond Princess yang berada di perairan Yokohama Jepang kini menjadi 705 kasus. Angka kematian paling banyak di luar China adalah Iran (34), Italia (21), Korea Selatan (17), Jepang (5), Kapal Diamond Princess (6), Prancis (2), dan Filipina (1).
Untuk Indonesia, Kementerian Kesehatan belum mengonfirmasi adanya kasus positif Covid-19. Data terakhir menyebutkan 143 sampel spesimen yang dikirimkan dari 44 rumah sakit di 22 provinsi seluruhnya negatif.
Pemerintah saat ini sedang berupaya memulangkan WNI yang berada di Kapal Diamond Princess Jepang setelah sebelumnya telah berhasil membawa 188 kru Kapal Dream World dari Selat Durian.
Tim evakuasi yang merupakan gabungan dari sejumlah instansi dan kementerian telah diberangkatkan ke Jepang menuju Bandara Haneda menggunakan pesawat terbang milik Garuda Indonesia. Sebanyak 188 kru Kapal World Dream sudah sampai di Pulau Sebaru Kecil Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Jumat (28/2), untuk menjalani masa observasi selama 14 hari. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles