Senin, 15 Juni 2026

JANGAN ADA YANG COBA GANGGU…! Amran Peringatkan Pedagang: Beras Kita Melimpah, Jangan Mainkan Harga!

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman dan tidak ada ancaman kelangkaan di tengah masyarakat.

Stok beras nasional, termasuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog, tercatat telah mencapai 5,3 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, stok yang tersedia saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Oleh sebab itu, tidak boleh sampai terjadi kelangkaan beras. Ia bilang, beras yang melimpah itu merupakan implikasi positif pencapaian swasembada di tahun 2025.

Untuk itu, Amran telah meminta Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri) untuk gelar pemeriksaan dengan turun ke lapangan.

“Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, (itu) langka,” ujar Amran dalam keterangannya dikutip Bergora.com di Jakarta,,, Minggu (14/6/2026).

Menurut dia, pemerintah bersama Satgas Pangan Polri terus memantau kondisi pasokan dan distribusi beras di seluruh daerah untuk memastikan tidak terjadi praktik penahanan barang yang dapat memicu kenaikan harga.

Amran mengungkapkan, stok beras nasional yang mencapai 5,3 juta ton bahkan melebihi kapasitas penyimpanan gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton.

Untuk menampung kelebihan stok tersebut, Bulog telah menyewa tambahan kapasitas gudang sekitar 2,3 juta ton.

“Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, Amran meminta para pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi untuk memainkan harga atau menciptakan persepsi kelangkaan di pasar.

Ia menegaskan pemerintah bersama Satgas Pangan akan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Tolong sekali lagi, seluruh pedagang beras seluruh Indonesia, jangan mempermainkan harga. Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan, seluruh Dirkrimsus se-Indonesia. Kami putuskan kita pantau dan yang nakal kita tindak,” tegas Amran.

Lebih lanjut, tingginya stok beras nasional juga didukung peningkatan produksi dalam negeri. Dalam laporan Rice Outlook Mei 2026 yang dirilis United States Department of Agriculture (USDA), Indonesia menjadi salah satu negara dengan kenaikan produksi beras tertinggi di dunia bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.

Amran menilai kondisi tersebut menunjukkan Indonesia berada dalam posisi surplus sehingga tidak lagi menghadapi situasi yang sama seperti ketika stok Bulog hanya sekitar 1 juta ton dan harus mengandalkan impor untuk menjaga pasokan.

“Sekarang berbeda. Kita surplus. Kita sudah swasembada,” ucap dia.

Untuk memperkuat stabilisasi pasar, Bapanas juga mendorong Perum Bulog memperluas penyaluran beras premium di samping beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini diharapkan dapat mengisi kebutuhan pasokan di ritel modern yang belakangan dilaporkan mengalami keterbatasan stok beras premium.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menambahkan, pihaknya mendorong Perum Bulog untuk mengisi kekurangan suplai beras di ritel modern. Ini karena Bulog mempunyai merek beras premium, sehingga menjadi kesempatan untuk pemasaran beras komersial Bulog.

“Bulog kan punya Befood, punya Punokawan, Setra Ramos. Nah Bulog mengisi kekurangan suplai, jadi bukan langka. Ini bisa diisi oleh Bulog,” ucap Ketut. (Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles