Senin, 27 April 2026

WOW…! Cegah Corona, Jokowi Ikut Bersih-Bersih di Istiqlal

Presiden Jokowi menyaksikan pembersihan Masjid Istiqlal, Jumat (13/3). (Ist)

JAKARTA- Presiden Jokowi menyaksikan pembersihan Masjid Istiqlal, Jumat (13/3). Pembersihan dengan cara sterilisasi dengan disinfektan untuk menghindari penyebaran wabah corona atau Covid-19.

Petugas yang melakukan penyemprotan adalah dari unsur PMI 15 orang, Kesdam Jaya 6 orang, Gegana 6 orang, Kodim Jakarta Pusat 6 orang, dan 2 orang dari PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1.

Mereka menggunakan peralatan pakaian lengkap. Puluhan petugas menyemprotkan disinfektan di area utama Masjid Istiqlal. Seperti di mimbar khatib. Penyemprotan juga dilakukan di sepanjang lantai. Sementara karpet yang biasa digunakan jemaah digulung terlebih dahulu.

Presiden Jokowi menyaksikan dari jarak yang cukup jauh. Mengingat bau menyengat dari hasil penyemprotan.

Jokowi mengenakan baju putih dan kopiah hitam. Didampingi Menag Fazhrul Razi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menkes Terawan Agus Putranto, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, dan Imam Besar Istiqlal Nasarudin Umar.

Kepala Negara terlihat menyaksikan penyemprotan. Namun tidak menggunakan masker. Begitupun para menteri dan Imam Istiqlal.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus baru konfirmasi positif virus corona COVID-19 di 117 negara per 12 Maret 2020 sebanyak 6.703 kasus dengan total menjadi 44.067 kasus.

Berdasarkan laporan situasi harian COVID-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip di Jakarta, Jumat, secara total terdapat 125.048 kasus di seluruh dunia dengan 4.613 angka kematian.

Sebanyak 6.729 kasus baru terjadi per hari kemarin yang rinciannya 6.703 kasus terjadi di 117 negara dengan total 1.440 angka kematian (310 kematian baru), dan 26 kasus baru terjadi di China dengan total 3.173 kematian (11 angka kematian baru).

Kasus baru di 117 negara sebanyak 6.703 kasus per hari adalah kasus baru terbanyak yang pernah terjadi selama penyebaran virus COVID-19 berlangsung. Total kasus terkonfirmasi di 117 negara sebanyak 44.067 kasus, atau sudah lebih dari separuh dibandingkan total kasus yang terjadi di China yaitu 80.981 kasus.

Italia masih menjadi negara dengan kasus konfirmasi tertinggi yaitu total 12.462 kasus (2.313 kasus baru) dan total 827 kematian (196 angka kematian baru). Kasus tertinggi kedua adalah Iran dengan 9000 kasus (958 kasus baru) dan 354 kematian (63 kasus kematian baru.

Korea Selatan yang tadinya negara dengan kasus terbanyak pertama setelah China kini menjadi ketiga terbanyak karena berhasil menahan laju penyebaran virus yang kini kasus baru per harinya terus turun. Total kasus yang terjadi di Korea sebanyak 7.869 kasus (114 kasus baru) dan 66 kematian (6 angka kematian baru).

Negara dengan kasus terbanyak selanjutnya adalah Prancis 2.269 kasus (495 kasus baru), Spanyol 2.140 (bertambah 501), dan Jerman 1.567 (bertambah 271 kasus). Di Amerika Serikat kasusnya hampir mencapai 1000 yaitu 987 kasus (291 kasus baru), Swiss 645 (154 baru), Jepang 620 (52 baru), Denmark 615 (353 baru), dan Belanda 503 kasus (121 baru). (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles