Bagaimana strategi China bisa mengentaskan kemiskinan dengan cepat? Salah satu strategi adalah menciptakan wilayah pusat pertumbuhan baru. Pengamat dan pelaku ekonomi Erizeli Jely Bandaro melaporkannya dan dikutip Bergelora.com agar menjadi pelajaran buat Indonesia. (Redaksi)
Oleh: Erizeli Jely Bandaro
TAHUN 2012, Xijinping menjadi presiden China. Selama delapan tahun terakhir, sekitar 100 juta orang di pedesaan China telah keluar dari kemiskinan. Pada sebuah upacara yang disiarkan ke jutaan oleh media resmi, Xi mengatakan China telah menginvestasikan 1,6 triliun yuan, atau sekitar $ 246 miliar, dalam memerangi kemiskinan selama delapan tahun terakhir. Ukuran bebas dari kemiskinan bagi Xi adalah tidak perlu lagi khawatir tentang kemampuan membeli makanan dan pakaian. Sementara pemerintah juga akan memenuhi “tiga jaminan” perawatan kesehatan, perumahan. , dan pendidikan.
Lantas bagaimana strategi China agar bisa mengentaskan kemiskinan dengan cepat ? China punya proyek ambisius. Yaitu menciptakan wilayah pusat pertumbuhan baru. Desa di revitalisasi lewat program Social engineering secara massive. Para penduduk desa dipindahkan kekota baru yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan, pendidikan , pusat komunitas baru yang memungkinkan tercipta peluang bisnis bagi rakyat pedesaan untuk meningkatkan nilai produksinya.
Untuk menciptakan market undertaker bagi produk pertanian, pemerintah China mendorong relokasi agro industry dari wilayah lain ke kota baru. Sebagai magnit pemerintah memberikan insentif pajak dan beragam kemudahan. Dengan demikian akan menyerap angkatan kerja dan peluang usaha bagi penduduk desa yang tinggal di kota baru ini.
Tahukah anda berapa jumlah penduduk desa yang akan di pindahkan ke kota kota baru ini ? sedikitnya 250 juta penduduk. Sedikitnya USD 600 miliar dana APBN dipompa ke mega proyek ini. Targetnya tahun 2025 selesai. Pembangunan mega proyek tersebut terus berlangsung. Dampaknya kini 100 juta orang bebas dari kemiskinan. Bagi Presiden Xi Jinping , prioritas politik bukan lagi pada hak tanah tapi bagaimana rakyat mampu mendapatkan penghasilan lebih tinggi lewat industrialiasasi, dan akhirnya mampu membayar barang dan jasa yang mereka konsumsi.
Ada jutaan penduduk desa terlibat dalam proyek ini sebagai pekerja. Bila proyek ini selesai maka 70% penduduk china akan terintegrasi dalam system perkotaan yang terhubung dengan business network yang saling terikat dengan dukungan insfrastruktur kelas satu. Tahun 2025 hanya akan 30% rakyat China yang akan tinggal dipedesaan. Sehingga sebagian besar rakyat China tidak lagi beban Negara tapi jadi asset Negara.
Di masa depan China akan lebih mudah melakukan transformasi menjadi Negara yang modern yang tidak lagi tergantung pasar luar negeri tapi pasar dalam negeri. Begitupula dari segi pembiayaan, pasar uang dalam negeri akan berkembang pesat dan likuid untuk memastikan terjadi pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam satu kesempatan saya bertanya kepada pejabat China mengenai program ini. “Apakah tidak dipikirkan dampak inflasi dari proyek ini? Karena begitu besarnya dana APBN digelontorkan ke proyek ini. Apakah tidak dipikirkan cara lain agar tidak menimbulkan dampak massive penggusuran lahan rakyat? Bukankah ini melanggar HAM. “
Dengan tersenyum pejabat China mengatakan kepada saya bahwa ” Inflasi pasti terjadi namun dapat terukur dan terkendali. Yang harus di sadari bahwa membiarkan rakyat terjebak dengan kemiskinan karena lingkungan buruk , yang tidak mendukung mereka berkembang secara manusiawi adalah pelanggaran HAM sesungguhnya. Anda tidak bisa membiarkan situasi dengan cara berpikir rakyat yang dominan atas dasar keyakinan bahwa miskin itu lebih baik daripada berubah. Tak akan ada perubahan tanpa pengorbanan.
Kita tidak membangun community lagi tapi kita membangun society dimana semua orang punya kesempatan yang sama sesuai kemampuannya dan semua orang punya peluang memperjuangkan kemakmuran bagi dirinya sendiri, karena itulah pemerintah di perlukan untuk memimpin perubahan”

