Senin, 20 April 2026

PANTESAAAAN…! Aam Bongkar Aslinya Moeldoko: Pada SBY Saja Khianat, Apalagi Pada Jokowi

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Ist)

JAKARTA- Manuver Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mendorong ‘KLB’ Partai Demokrat dan mengklaim dirinya sebagai Ketua Umum partai tersebut adalah politik belah bambu dikalangam kader dan anggota partai. Tujuannya hanyalah ingin mencari muka pada Presiden Jokowi. Hal ini disampaikan Aam S. aktivis angkatan 80 an yang dikenal bersahabat dengan Presiden RI ke 6, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (29/3).

 
“Moeldoko ingin membuktikan diri pada Jokowi, bahwa dia lebih loyal pada Jokowi walau pernah menjadi Kasad dan Panglima TNI nya SBY. Pak Jokowi pasti tahu watak khianat orang-orang disekelilingnya seperti Moeldoko,” katanya.
 
Menurutnya langkah Moeldoko tersebut merusak tatanan demokrasi dan sekaligus menunjukan pada publik siapa sebenarnya Moeldoko.
 
Aam menceritakan, dulu sebagai Panglima TNI, Moeldoko pernah mengusulkan agar Presiden SBY mendapatkan anugrah  jenderal besar dengan pangkat berbintang lima. Alasannya karena Presiden SBY saat itu telah berhasil membangun kekuatan TNI yang handal.
 
Namun Presiden SBY saat itu menolak usulan penganugerahan jenderal besar tersebut. Melalui Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi saat itu, SBY menegaskan adalah sudah menjadi kewajibannya untuk meningkatkan kapasitas TNI tanpa mengharap penghargaan.
 
“SBY saja dikhianati. Saya yakin Jokowi juga pasti akan dikhianati juga suatu saat nanti. Jokowi musti hati-hati dengan orang seperti Moeldoko,” ujar Aam yang dulu.aktif di FKMY (Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta) melawan Orde Baru ini.
 
Aam juga mengingatkan
Kasus jam tangan yang Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang sempat disorot sejumlah media di Singapura pada 2014 lalu. Konon, jam tangan tersebut langka dan sangat mahal, dengan harga di atas Rp 1 miliar. Situs www.themillenary.com menengarai bahwa jam tangan yang dipakai Jenderal Moeldoko adalah tipe Richard Mille RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph “Black Kite”.
 
“Karena disoroti media luar negeri, Moeldoko bikin aksi membanting “jam tangan’ tersebut. Padahal yang dibanting adalah jam kelas KW yang dibeli diglodok. Yang asli tetap disimpan,” jelas Aam yang saat itu prihatin membaca media asing yang menyoroti kehidupan Panglima TNI yang bermewah-mewah.
 
Menurut Aam tulisan yang menyorot gaya hidup Moeldoko itu muncul tak lama setelah kontroversi permintaan maafnya kepada Singapura di Channel News Asia terkait penamaan kapal perang KRI Usman Harun yang diprotes Pemerintah Singapura. 
 
Tulisan tersebut kemudian dibantah Moeldoko, dan menyebut Channel News Asia salah kutip pernyataannya bahwa ia minta maaf tidak dapat memenuhi permintaan Singapura agar tidak menggunakan nama tersebut.
 
Usman dan Harun adalah dua prajurit Korps Komando Operasi (KKO) TNI AL yang dihukum mati karena melakukan pengeboman di Gedung MacDonald House di Orchard Road pada tahun 1965 saat berkobarnya Dwikora oleh Presiden Soekarno. Kedua orang tersebut dianggap sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. 
 
“Pak SBY saja menyesal pernah menjadikan orang seperti Moeldoko menjadi Panglima TNI. Jangan sampai pak Jokowi kelak menyesali juga telah menjadikan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan yang terlibat memecah belah Partai Demokrat,” tegasnya. (Web Warouw)
 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles