Jumat, 1 Mei 2026

KAPAN PINDAH..? Investasi Terus Mengalir ke IKN, Siapa Saja di Balik Proyek Jumbo Rp 12,3 Triliun

NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menarik perhatian dunia sebagai proyek ambisius Indonesia untuk membangun kota modern dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Kabar terbaru yang mencuri perhatian adalah masuknya investasi fantastis senilai Rp 12,3 triliun dari konsorsium Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk pembangunan rumah susun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menuturkan, investasi yang dipimpin Amerika Serikat dan Korea Selatan ini merupakan pemrakarsa baru.

“Angka ini di luar komitmen investasi KPBU yang telah diraup Otorita IKN sebelumnya Rp 132 triliun. Dengan investasi dari pemrakarsa ini, total investasi KPBU menjadi Rp 144,3 triliun,” ujar Agung dikutip Bergelora.com di Nusantara, Rabu (28/5/2025).

Siapa saja investor di balik angka megah ini, dan mengapa proyek ini begitu menjanjikan?

Konsorsium Amerika Serikat: Rp 6 Triliun untuk 20 Tower Rusun 

Konsorsium dari Amerika Serikat menjadi salah satu penggerak utama dalam proyek ini. Terdiri dari PJ-IC International, Bee-Invest, Ozturk Holdings, dan Promec Joint Venture. Konsorsium ini juga menggandeng mitra dari Brunei, Turkiye, dan Spanyol.

Dengan nilai investasi mencapai Rp 6 triliun, mereka berkomitmen untuk membangun 20 tower rumah susun di IKN.

Konsorsium Korea Selatan: Rp 6,3 Triliun untuk 21 Tower Rusun 

Di sisi lain, konsorsium dari Korea Selatan tak kalah ambisius. Dipimpin oleh raksasa konstruksi Samsung C&T yang bekerja sama dengan BUMN Indonesia PT Brantas Abipraya,

konsorsium ini menggelontorkan dana sebesar Rp 6,3 triliun untuk membangun 21 tower rumah susun.

Samsung C&T dikenal sebagai salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di dunia, dengan portofolio proyek megah seperti Burj Khalifa di Dubai.

Keterlibatan mereka di IKN menegaskan bahwa proyek ini memiliki standar internasional yang tinggi, baik dari segi kualitas maupun teknologi pembangunan.

Menurutnya, masuknya konsorsium dari Amerika Serikat dan Korea Selatan adalah bukti nyata kepercayaan dunia terhadap pembangunan IKN. Skema KPBU yang diterapkan terbukti efektif sebagai model pembiayaan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sehingga menarik minat investor global.

Dampak Investasi

Pembangunan rumah susun dengan total 41 tower ini diharapkan dapat menyediakan hunian berkualitas bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di IKN, menciptakan lapangan kerja bagi ribuan pekerja lokal dan nasional, dan meningkatkan perekonomian daerah di Kalimantan Timur, khususnya di Penajam Paser Utara.

Selain itu, kehadiran investor dari berbagai negara juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi strategis di kawasan Asia Tenggara, bersaing dengan negara seperti Singapura dan Malaysia yang juga aktif menanamkan modal di IKN.

IKN sendiri dirancang sebagai kota cerdas dan berkelanjutan, dengan fokus pada teknologi hijau dan efisiensi. Skema KPBU yang diterapkan memberikan kepastian hukum dan insentif menarik bagi investor, seperti pembebasan pajak hingga 10 tahun, kemudahan perizinan dan penggunaan tenaga kerja asing.

Kemudian Hak Guna Usaha (HGU) hingga 95 tahun dan Hak Guna Bangunan (HGB) hingga 80 tahun. Faktor-faktor ini, ditambah dengan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, membuat IKN menjadi magnet bagi investor asing. (Web/Des)

 

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles