Kamis, 30 April 2026

BELUM BISA PADAM NIH..! Kapolda Riau Cari Pembakar Lahan 100 Ha di Rohil: Ini Gak Main-main!

ROKAN HILIR – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan komitmennya dalam menindak pelaku pembakaran lahan seluas 100 hektare di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Ia memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan tersebut.

“Jadi kesempatan ini saya sampaikan, saya selaku pimpinan Polda Riau akan melakukan tindakan tegas, upaya hukum, termasuk mencari siapa yang melakukan pembakaran pertama kali dan titik apinya dari mana,” kata Irjen Herry Heryawan di lokasi, Sabtu (19/7/2025).

Herry Heryawan menyampaikan pihaknya akan memanggil aparatur desa untuk mencari tahu siapa pelaku yang membakar lahan. Polda Riau akan segera menentukan tersangkanya.

“Setelah ini saya akan panggil kepala desa dan pihak terkait, siapa yang membuka lahan dan segera kita tentukan tersangkanya. Ini nggak main-main,” tegas dia.

Kebakaran yang terjadi di Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, terjadi sejak 3-4 hari yang lalu. Hingga Sabtu (19/7) siang, petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman.

Kapolda Herry Heryawan bersama Bupati Rohil Bistamam serta unsur TNI juga hadir di lokasi melakukan pemadaman api. Kehadiran Irjen Herry Heryawan di lapangan merupakan bentuk dukungan moril terhadap anak buahnya yang telah berjibaku berhari-hari memadamkan api.

Herry Heryawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antar-instansi dalam upaya mitigasi penanganan karhutla di lokasi.

“Hari ini kita hadir untuk menguatkan upaya kolaborasi tersebut, mudah-mudahan dengan bantuan doa dan dukungan bersama kita bisa segera selesaikan memadamkan api agar tidak melebar ke tempat lain dan tidak memperburuk citra kita di mata nasional maupun internasional,” jelasnya.

Turut hadir di lokasi, Direktur Polairud Polda Riau Kombes Tri Setyadi, Kepala Biro Operasi Polda Riau Kombes Ino Harianto, Kabid Propam Polda Riau Kombes Harissandi, Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro,Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, Kasat Reskrim Polres Rohil AKP Putu Adi Juniwinata, Kapolsek Kubu Iptu Kodam F Sidabutar, Dandim 0321 Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi. Hadir juga Bupati Rohil Bistamam, Kadis LHK Riau Mamun Murod, Camat Kubu Syfrizal, Camat Kubu Babussalam Hasan Usman, Danramil 04 Kubu Kapten Inf M Manurung.

Tak Terkendali, Helikopter “Water Bombing” Rusak 

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Rokan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau belum dapat dikendalikan, Sabtu (19/7/2025).

Menurut Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13/Rokan IV Koto, Kodim 0313/KPR, Sertu Suwendi, kebakaran terus meluas. Api saat ini mengarah ke lahan perkebunan milik warga.

“Kondisi saat ini kebakaran masih meluas. Dari sebelumnya 10 hektare, kini diperkirakan sudah 20 hektare,” kata Suwendi

Dia mengatakan, kebakaran meluas karena dipengaruhi angin kencang dan cuaca yang sangat panas.

Petugas kesulitan memadamkan api di areal perbukitan karena medan ke lokasi yang ekstrem. Kendati demikian, petugas gabungan TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni tetap berupaya memadamkan api secara manual dengan menggunakan kayu.

“Titik api yang bisa dijangkau dipadamkan secara manual. Api dipukul pakai kayu,” ujar Suwendi.

Pemadaman manual dilakukan karena tidak ditemukan sumber air di lokasi. Pekatnya asap kebakaran di lokasi juga membuat pemadaman sangat sulit.

“Kami sudah minta bantuan helikopter water bombing untuk penyiraman dari udara, tapi sampai sekarang belum datang. Pemadaman dari darat sangat sulit,” ucap Suwendi.

Terkendala Medan Ekstrem

Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal saat dikonfirmasi mengaku bahwa helikopter water bombing sedang rusak.

“Helikopter water bombing lagi perbaikan. Pak bupati (Rohul) sudah nelpon tadi malam (minta bantuan helikopter),” sebut Edy, Sabtu.

Hutan di Kelurahan Rokan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, dilanda kebakaran besar. Lokasi kebakaran itu berada di atas bukit, sehingga petugas tak bisa melakukan pemadaman, karena medan ektrem. Hutan yang terbakar tersebut diduga sudah dirambah. Sebab, petugas menemukan kayu-kayu yang terbakar bekas ditumbangkan dan dibersihkan. (Budi A)

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles