Rabu, 27 Mei 2026

DIJUAL DI TEMPAT HIBURAN..! Dedi Mulyadi Sewa Pesawat untuk Pulangkan 12 Warga Jabar Korban Dugaan TPPO di NTT

JAKARTA- Sebanyak 12 pekerja korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipulangkan ke daerah asalnya, Jawa Barat pada Senin (23/2/2025).

Mereka dijemput langsung oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi di shelter Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F).

Para korban dipulangkan menggunakan pesawat charter Susi Air melalui Bandara Frans Seda Maumere menuju Labuan Bajo. Kemudian, melanjutkan perjalanan menuju Jawa Barat.

Saat keluar dari shelter, 12 korban menutup wajah dengan kain. Lalu, bergegas menuju mobil putih.

Dedi Mulyadi terlihat menghampiri para korban sesaat sebelum mereka masuk ke kendaraan. Dia pun menyampaikan bahwa para korban akan diberikan pendampingan setelah tiba di Jabar. Selanjutnya, akan dipulangkan ke kampung masing-masing.

“Pertama, mudah-mudahan (korban) mendapat suami yang baik. Dan, ya kan, yang kedua mudah-mudahan mendapat pekerjaan yang baik,” kata Dedi Mulyadi, Senin.

Kasus dugaan TPPO ini mulai terungkap saat salah satu korban berinisial N (24) mengadukan nasibnya kepada TRUK-F pada 21 Januari 2026.

Saat itu, N mengaku tertekan dan tidak bisa memutus kontrak kerja karena dibebani utang kasbon senilai kurang lebih Rp 12 juta.

Ketua TRUK-F, Sr. Fransiska Imakulata, segera berkoordinasi dengan Polres Sikka untuk melakukan penjemputan.

Para korban direkrut dengan janji gaji menggiurkan berkisar antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per bulan, fasilitas mess, hingga perawatan kecantikan gratis. Namun, kenyataannya mereka justru dibebani berbagai biaya dan sistem denda yang sangat memberatkan.

Banyak Warga Jabar Kerja di Tempat Hiburan Malam di NTT

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporlan, Dedi Mulyadi menanggapi banyak warganya yang bekerja di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dedi menyampaikan bahwa pemerintah tidak mempersoalkan pilihan warga untuk bekerja di manapun.

“Kalau orang bekerja, tidak bermasalah, tidak ada masalah. Dia bekerja di manapun,” ujar Dedi kepada wartawan di Maumere, Senin (23/2/2026).

Dedi datang ke Maumere untuk menjemput 12 warganya yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dia menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menangani mereka yang mengalami masalah. Dengan prioritas utamanya adalah korban yang mengalami eksploitasi dan tidak mendapatkan kepastian upah serta mengalami kekerasan.

“Yang kita tangani adalah orang bekerja mengalami masalah,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendatangi Maumere, Kabupaten Sikka, untuk menjemput 13 warganya diduga menjadi korban dugaan TPPO. Para korban selama ini menetap di shelter Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK F) di Maumere. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles