Selasa, 28 April 2026

PASTIKAN NIH..! Bahlil Sebut AS Bisa Kelola Tanah Jarang RI: Tapi Ekspor Tetap Dilarang!

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku Indonesia tak akan mengekspor bijih mineral kritis, termasuk logam tanah jarang (LTJ), meskipun mengizinkan Amerika Serikat (AS) mengelola komoditas tersebut.

Bahlil menyatakan salah satu poin kesepakatan tarif resiprokal Indonesia dan AS yakni penghapusan pembatasan ekspor komoditas industri ke AS termasuk mineral kritis, tak membuat ekspor bijih diperbolehkan.

Alasannya, berdasarkan aturan yang berlaku ekspor bijih seluruh komoditas memang sudah tak diperbolehkan. Dengan begitu, Bahlil menyatakan perusahaan AS tetap harus membangun smelter untuk mengolah mineral kritis tersebut sebelum diekspor ke AS.

“Jadi ini bisa bersama-sama. Jadi katakanlah mereka mau bangun smelter di Indonesia untuk nikel, kita akan dorong, kita akan kasih ruang yang sebesar-besarnya, sama juga dengan negara lain,” kata Bahlil dalam konferensi pers, dikutip Bergelora.com, Minggu (22/2/2026).

“Jadi tidak, jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah. Enggak, yang dimaksudkan di sini adalah, mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih, biar tidak ada salah interpretasi,” tegas dia.

Dia memastikan komoditas mineral kritis yang dimaksud terdiri atas; nikel, emas, logam tanah jarang, serta beberapa mineral lainnya.

Bahlil menyatakan Indonesia akan memprioritaskan AS jika ingin berinvestasi mengelola mineral kritis di Indonesia. Dia juga membuka peluang dilakukannya kerja sama antara perusahaan AS tersebut dengan badan usaha domestik.

“Jadi ada dua pola di sini. Yang pertama mereka bisa masuk secara murni untuk eksplorasi, kemudian bisa melakukan produksi sendiri. Atau bisa melakukan masuk dengan JV dengan perusahaan yang sudah eksisting. Itu satu,” ungkap dia.

“Kedua, begitu mereka sudah berproduksi, membangun industrinya, maka hak mereka untuk mengekspor ke Amerika, itu kita berikan ruang. Sama juga dengan negara-negara lain. Jadi equal treatment saja,” lanjut Bahlil.

Kerjasama Pengelolaan

Presiden Prabowo Subianto berbicara di hadapan para pengusaha Amerika Serikat (AS) dalam acara Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, .Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat (Ist)

Kepada Bergelora.com di Jakarta,  dilaporkan, Indonesia dan AS akan melakukan kerja sama dalam pengelolaan mineral kritis termasuk logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) dari sektor hulu hingga hilir.

Hal tersebut tertuang dalam salah satu poin kesepakatan tarif resiprokal Indonesia dan AS yang baru saja diteken kedua kepala negara; Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Dalam dokumen yang dirilis White House, Kamis (19/2/2026) waktu setempat, dijelaskan bahwa Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke AS termasuk mineral kritis.

Selain itu, Indonesia dan AS akan mempercepat kerja sama dalam pengembangan, pengolahan, dan produksi hilir mineral kritis berdasarkan pertimbangan komersial.

“Untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antara kedua pihak, Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke Amerika Serikat, termasuk mineral kritis,” sebagaimana tertulis dalam dokumen kesepakatan tarif AS-RI.

Dijelaskan bahwa Indonesia akan bekerja sama dalam pengembangan sektor tanah jarang dan mineral kritis secara efisien bersama perusahaan AS, untuk memastikan rantai pasok yang aman dan beragam.

Indonesia juga akan memberikan kepastian yang lebih besar bagi perusahaan yang terlibat dalam ekstraksi mineral kritis, serta menciptakan kepastian bisnis untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pertumbuhan operasional.

“Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dan keterlibatan dalam rantai pasokan mineral kritis,” tulis White House.

Dalam sesi konferensi pers usai penandatangan perjanjian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan kerja sama tersebut terkait dengan mineral penting atau logam industri.

Dia mengklaim kerja sama mineral kritis yang dilakukan akan berada hingga proses pengolahan sekunder.

Perihal tersebut, Airlangga menegaskan Indonesia terbuka untuk bekerja sama dalam investasi dan teknologi pengembangan mineral kritis dan LTJ.

“Mineral kritis itu adalah terkait dengan industrial mineral artinya ada secondary proces dan Indonesia terbuka untuk kerja sama investasi dan teknologi, baik critical mineral maupun rare earth elements,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/20226).

Prabowo Undang Investor

Di sela kunjungan rombongan pemerintah RI ke Washington D.C. sehari sebelumnya, Prabowo mengajak investor AS untuk berinvestasi ke Indonesia di sektor industri mineral penting.

Hal tersebut diungkapkannya dalam US-ASEAN Chamber of Commerce (USABAC), U.S. Chamber of Commerce (USCC), dan United States-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C. pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan Indonesia terbuka terhadap investasi global dan siap menjadi mitra strategis bagi perusahaan AS.

Menurutnya, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan teknologi baru, termasuk logam tanah jarang dan nikel untuk baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

“Indonesia terbuka terhadap investasi. Kami memiliki mineral kritis penting bagi teknologi baru, termasuk cadangan rare earth yang besar. Kami ingin perusahaan AS menjadikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi basis produksi strategis,” kata Prabowo, Kamis (19/2/2026). (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles