JAKARTA – Warga Dusun Marilewa, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Hingga Selasa (18/8/2026), warga yang masih bertahan di tenda pengungsian mengaku belum menerima bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah daerah.
Salah seorang warga, Sima, mengatakan data warga terdampak telah didata, tetapi bantuan berupa sembako belum diterima hingga Selasa pagi.
“Ya, kami sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemda. Sudah datang data, tetapi sampai pagi ini belum ada uluran tangan dalam hal ini sembako,” kata Sima kepada.pers, Selasa siang.
Menurut Sima, warga terpaksa mengandalkan sisa makanan yang masih tersedia di rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami spontanitas makan sisa yang ada di tiap rumah,” ujarnya.
Sima menuturkan, pada Senin (17/8/2026) malam, personel Polres Nagekeo datang ke lokasi pengungsian untuk melihat kondisi warga sekaligus mendata kebutuhan mereka.
Namun, hingga Selasa pagi, bantuan sembako dari pemerintah daerah yang diharapkan warga belum diterima. Sementara itu, bantuan yang telah diterima dari pemerintah desa berupa 25 kilogram beras, telur, dan air minum.
“Telur per butir per jiwa, air per gelas per jiwa. Jadi kami di dalam tenda ini kurang lebih 100 orang,” kata Sima.
Menurut dia, jumlah warga yang bertahan di tenda pengungsian mencapai sekitar 100 orang sehingga kebutuhan pangan dan air masih menjadi persoalan utama.
Sima berharap pemerintah bersama TNI dan Polri segera menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di tenda pengungsian.
Bantuan yang dibutuhkan antara lain sembako, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, selimut, dan kelambu.
“Kami berharap melalui pemerintah, TNI dan Polri supaya bisa memberikan bantuan kepada kami untuk kebutuhan kami, seperti sembako, obat-obatan, makanan siap saji, air mineral, selimut, dan kelambu,” tutur Sima.
Sima mengatakan warga Dusun Marilewa masih membutuhkan perhatian dan bantuan karena sebagian warga memilih bertahan di posko pengungsian setelah gempa. Ia berharap kebutuhan warga, terutama makanan dan air bersih, dapat segera dipenuhi.
“Kalau memang tidak bisa membantu lagi, tidak apa-apa. Mungkin ada warga lain yang lebih membutuhkan. Terima kasih atas informasinya,” ujarnya.
Sudah 70 Orang Meninggal, 538 Luka

Sebanyak 608 orang menjadi korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Dari jumlah tersebut, 72 orang tewas, sedangkan ratusan lainnya mengalami luka ringan maupun luka berat.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan, data tersebut merupakan catatan sementara hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 Wita.
“Total sementara korban sampai saat ini sebanyak 608 orang,” ujar Fathur, Selasa petang dikutip Bergelora.com.
Berikut rincian korban berdasarkan wilayah:
Kabupaten Nagekeo: 8 orang tewas, 9 orang luka ringan, dan 13 orang luka berat.
Kabupaten Ngada: 2 orang tewas, 19 orang luka ringan, dan 17 orang luka berat.
Kabupaten Manggarai Timur: 25 orang tewas, 242 orang luka ringan, dan 182 orang luka berat.
Kabupaten Sikka: 4 orang tewas dan 2 orang luka berat.
Kabupaten Manggarai Barat: 2 orang tewas, 4 orang luka ringan, dan 2 orang luka berat.
Kabupaten Manggarai: 27 orang tewas, 14 orang luka ringan, dan 8 orang luka berat.
Kabupaten Ende: 2 orang tewas, 22 orang luka ringan, dan 4 orang luka berat.
Jika dijumlahkan, data tersebut terdiri dari 72 orang meninggal dunia, 310 orang luka ringan, dan 238 orang luka berat.
Data Korban Masih Dinamis
Fathur mengatakan, jumlah korban masih dapat berubah karena tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak gempa.
Menurut dia, pendataan terus dilakukan seiring dengan proses evakuasi dan penanganan korban di lapangan. Data tersebut merupakan catatan sementaraKantor SAR Maumere hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 Wita.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Status tersebut ditetapkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.
Keputusan itu ditetapkan di Kupang pada 15 Agustus 2026, menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores pada hari yang sama.
Gempa tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Prabowo Direncanakan Tinjau Penanganan Bencana

Terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat langsung penanganan bencana gempa. Namun, Pras mengatakan pemerintah masih melihat perkembangan kondisi di lapangan.
“Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Pras usai rapat koordinasi dengan pimpinan DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pras menjelaskan kunjungan Prabowo membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang berbeda dibandingkan kunjungan biasa. Sebab itu, pemerintah perlu memastikan kondisi di lapangan.
“Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa,” sambungnya.
Pra memastikan pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana gempa di NTT. Para menteri yang turun ke lokasi juga memberikan laporan secara berkala.
“Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan dan kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” jelasnya. (Web Warouw)

