Senin, 25 Mei 2026

KAN MASIH IMPOR..! Terdampak Pasokan Energi Asia Terancam Konflik Timur Tengah, Jepang Berpaling ke Indonesia

JAKARTA – Pemerintah Jepang dan Indonesia sepakat untuk memperkuat koordinasi terkait keamanan energi nasional. Langkah ini diambil menyusul konflik Timur Tengah yang masih berlangsung hingga kini. Konflik Timur Tengah dimulai dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Iran membalas serangan dan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi 20 persen minyak dunia.

Penutupan selat sempit tersebut secara instan mengganggu stabilitas pasokan minyak dan gas di kawasan Asia.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden RI Prabowo Subianto di Tokyo, Selasa (31/3/2026).

Takaichi menegaskan, eskalasi konflik di Timur Tengah telah memaksa negara-negara di dunia untuk menghitung ulang strategi ketahanan energi mereka.

Dalam konteks ini, Indonesia dipandang sebagai mitra kunci bagi Jepang, sebagaimana dilansir Reuters.

“Mengingat situasi Iran, kepentingan strategis sumber daya dan keamanan energi sekali lagi diakui secara global. Indonesia adalah negara kaya sumber daya yang utama,” ujar Takaichi dalam konferensi pers bersama Prabowo.

Ancaman Pasokan di Selat Hormuz

Kepqda Bergelora.com di Jakarta.dilaporkan, Kekhawatiran global saat ini berpusat pada meluasnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi pengiriman minyak dan gas bumi ke berbagai belahan dunia.

Bagi Jepang, posisi Indonesia sangatlah vital. Indonesia tercatat sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia yang menyumbang hampir setengah dari total ekspor global. Selain itu, Indonesia merupakan pemasok besar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), di mana sekitar seperempat dari total pengiriman LNG Indonesia ditujukan ke Jepang.

Sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan impor LNG akibat perang, pemerintah Jepang telah mengizinkan perusahaan utilitas untuk meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara mulai bulan depan.

Selain beralih ke batu bara, Tokyo juga telah membuka cadangan minyak nasional, menggulirkan subsidi bensin, serta aktif mencari sumber energi alternatif di luar kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dan Jepang berkomitmen untuk berperan aktif dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

“Jepang dan Indonesia akan melakukan upaya terbaik untuk meyakinkan semua pihak (di Timur Tengah) agar meredakan ketegangan,” tutur Prabowo.

Selain membahas isu keamanan energi yang mendesak, Prabowo juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memperdalam kerja sama ekonomi. Dia secara terbuka mengundang keterlibatan Jepang dalam berbagai sektor strategis di tanah air.

“Saya mengundang partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, termasuk di sektor mineral kritis, tanah jarang (rare earths), industrialisasi, dan energi nuklir,” tambah Prabowo.

Meski demikian, kedua pemimpin negara tersebut belum memberikan rincian teknis mengenai mekanisme koordinasi keamanan ekonomi yang akan dijalankan ke depannya.  (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles