Minggu, 24 Mei 2026

PERLU TANGAN BESI MENERTIBKAN..! AHY Sentil Ego Sektoral Kementerian Era Prabowo: Merasa Paling Penting, Rebutan Anggaran

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung masih adanya ego sektoral antarkementerian dan lembaga di pemerintahan Prabowo Subianto.

Menurut AHY, ego sektoral itu membuat kementerian merasa paling penting hingga saling berebut anggaran, padahal tujuan pembangunan pemerintah sama.

“Masalahnya sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi, antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego,” ujar AHY, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Senayan, Jakarta, dikutip Minggu (24/5/2026).

“Yang paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi ‘pokoknya gue dulu. Gue lebih penting. Gue harus lebih banyak anggarannya’. Padahal, tujuannya sama,” sambung dia.

AHY menyampaikan hal itu saat menyoroti tema Munas Ikastara ke-11, yakni “Connect, Collaborate and Lead the Change”.

Menurut dia, tema tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, terutama dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas kementerian.

AHY mengatakan, koneksi dan kolaborasi penting agar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, hingga komunitas dapat berjalan dalam arah yang sama.

“Core-nya ya semangat kita di sini. Kolektif, solution, government, akademik, bisnis, media dan community. atau apapun bentuknya, yang jelas ada tiga hal itu dan saya setuju sekali,” ungkap AHY.

Menurut AHY, ego sektoral tersebut dapat membuat pembangunan tidak terintegrasi dan akhirnya tidak optimal. Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung akibat minimnya koordinasi antarinstansi.

“Mungkin di masa lalu ada pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung satu sama lain, mungkin saja karena tidak bicara satu sama lain,” kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Selain itu, lanjut AHY, pembangunan bandara besar juga tidak akan optimal apabila akses konektivitas menuju lokasi tersebut terbatas.

“Kita membuat bandara besar, tapi kalau konektivitas menuju ke bandara tersebut masih sangat terbatas, bandara itu sepi menjadi tidak optimal penggunaannya,” ujar AHY.

Dia juga menyinggung pembangunan sektor pariwisata yang sulit berkembang apabila akses menuju kawasan wisata tidak dipersiapkan dengan baik.

“Membangun sektor pariwisata tapi tidak terjangkau menuju ke sana juga akan sulit untuk bisa sukses dan lain-lain,” ucap AHY.

Karena itu, AHY menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas dalam pengambilan kebijakan. Menurut dia, kolaborasi diperlukan agar pemerintah dapat menghadirkan kejelasan dan kepastian, termasuk bagi investor.

“Investor kalau datang ingin kejelasan. Nah, sebelum kita jelas di-link dengan negara-negara lain, kita harus jelas di dalam negeri sendiri dulu,” tegas AHY.

AHY juga mencontohkan pentingnya koneksi dan koordinasi antar lembaga saat pemerintah mengantisipasi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan.

Dia mengaku sempat menghubungi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meminta penjelasan terkait potensi kekeringan. Menurut AHY, informasi tersebut dibutuhkan untuk menentukan langkah pemerintah, mulai dari pengelolaan bendungan, irigasi, hingga operasi modifikasi cuaca.

“Oleh karena itu, ketika mendengarkan mungkin hanya 5 menit, tapi saya catat, saya serap, sehingga saya bisa jadikan itu sebagai referensi ketika terjadi kekeringan berkepanjangan, gagal panen. Infrastruktur harus membuat apa? Bendungannya harus diapain? Irigasi primer, sekunder, tersier harus bagaimana?” tutur AHY.

“OMC, Operasi Modifikasi Cuaca harus di-support seperti apa? Dan komunikasi kita ke gubernur, bupati, wali kota seperti apa? Itulah pentingnya connection,” pungkas dia. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles