Minggu, 24 Mei 2026

EROPA GEMETAR..! Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO

JAKARTA – Dilengkapi dengan mesin nuklir dan mampu beroperasi pada kedalaman 1.000 meter, torpedo superPoseidon Rusia menghadirkan tantangan pertahanan asimetris yang signifikan bagi Barat.

Torpedo super Poseidon adalah kendaraan bawah air tak berawak (UUV) bertenaga nuklir yang mampu membawa hulu ledak nuklir untuk menyerang target strategis di pesisir, pangkalan angkatan laut, dan kelompok serang kapal induk.

Dengan desain yang melampaui sistem pertahanan rudal tradisional, Poseidon dianggap oleh para ahli militer sebagai senjata yang akan merevolusi sepenuhnya arsitektur pertahanan laut saat ini.

Asia Times berkomentar bahwa pengoperasian kapal selam Khabarovsk oleh Rusia yang membawa torpedo Poseidon akan memaksa Barat untuk mengevaluasi kembali seluruh sistem keamanan bawah lautnya. Khabarovsk termasuk dalam generasi keempat kapal selam nuklir khusus, yang dirancang secara optimal untuk mengerahkan torpedo super Poseidon.

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (25/5) dilaporkan, proyek ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun 2018. Pada Mei 2026, laporan menunjukkan bahwa pengembangannya berada pada tahap akhir dan senjata ini akan segera memasuki layanan tempur resmi, memberikan tekanan signifikan pada kemampuan perang anti-kapal selam NATO saat ini.

Meskipun spesifikasi resminya masih dirahasiakan, Poseidon diyakini memiliki karakteristik teknis yang lebih unggul dibandingkan torpedo modern.

Penggerak nuklir: Memungkinkan perangkat untuk beroperasi pada jangkauan yang hampir tak terbatas dan tetap berada di bawah permukaan air untuk jangka waktu yang lama.

Kedalaman operasional: Perangkat ini dapat menyelam hingga kedalaman sekitar 1.000 meter, di luar jangkauan deteksi efektif sebagian besar sistem sonar dan senjata anti-kapal selam saat ini.

Kecepatan: Beberapa sumber militer Rusia mengindikasikan bahwa Poseidon dapat mencapai kecepatan 130 km/jam di bawah air, sehingga sangat sulit untuk dicegat dengan torpedo konvensional. Tidak seperti rudal balistik antarbenua, yang jalur penerbangannya dapat dideteksi oleh radar dan satelit sejak dini, Poseidon beroperasi secara senyap di kedalaman laut.

Kemampuannya untuk mendekati target dari arah yang tak terduga di laut menjadikannya senjata ofensif yang sangat berbahaya.

Pakar militer Brandon Weichert dari majalah The National Interest menyebut Poseidon sebagai bentuk senjata strategis yang sepenuhnya baru. Rusia menggunakan Poseidon untuk mengatasi arsitektur pertahanan yang telah dibangun AS dan NATO sejak Perang Dingin.

Dengan hulu ledak nuklir yang diperkirakan memiliki daya hancur hingga puluhan megaton, serangan dari Poseidon dapat menyebabkan kerusakan dahsyat pada pusat-pusat ekonomi pesisir.

Namun, para analis juga menekankan bahwa peran terpenting Poseidon saat ini tetaplah sebagai penangkal psikologis.

Misteri seputar lokasinya dan kesulitan dalam mencegatnya menjadikan torpedo super ini sebagai faktor destabilisasi bagi perencana militer Barat dalam skenario konflik potensial apa pun. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles