Minggu, 24 Mei 2026

SIKAT YANG MELAWAN JENDERAL..! Prabowo: Kita Lakukan Apapun untuk Hentikan Kebocoran, Kekayaan Negara Harus untuk Rakyat

JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa ia bersama jajaran pemerintah akan mengerahkan segala upaya untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam sehingga pemerintah harus memastikan kekayaan tersebut dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo dalam acara Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah dikutip Bergelora.com di Jakarta, Minggu (24/5).

Menurutnya, tekad tersebut juga sejalan dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Oleh karena itu, ia menilai Indonesia harus mampu mengelola kekayaannya secara mandiri agar manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

“Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan bahwa kekayaan bangsa Indonesia harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Karena kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja,” tegasnya

Rakyat Diminta Aktif Mengawasi

Sebelumnya dilaporkan,  masyarakat diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk terlibat aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta pemberantasan korupsi di Indonesia. Warga diimbau memanfaatkan ponsel untuk merekam dan melaporkan oknum aparat keamanan yang menjadi pelindung praktik ilegal.

Arahan tegas tersebut disampaikan dalam pidato Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

“Tapi… biasanya… mereka-mereka itu ada backing-nya… Backing-nya biasanya seragamnya itu kalau nggak hijau, ya cokelat,” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut memicu tawa riuh dan tepuk tangan dari para anggota dewan serta undangan yang hadir. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keterbukaan informasi saat ini harus dimanfaatkan oleh rakyat untuk berani bersuara tanpa rasa takut.

“Betul? Kita sudah tidak bodoh lagi. Rakyat kita sudah punya gadget semua, saudara-saudara. Kalau ada kelakuan aparat yang nggak beres, saya minta rakyat video, langsung video. Jangan kau lawan, jangan dilawan. Video aja. Lapor langsung ke saya, saudara-saudara sekalian, ya,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan konfrontasi fisik atau melawan secara langsung di lapangan jika menemukan adanya intimidasi. Selain itu, pengawasan terhadap pejabat dan pengusaha nakal kini diperketat melalui teknologi satelit serta radar pelacak ranjau untuk mendeteksi manipulasi aset.

“Jadi kau mau nipu bagaimanapun, kita akan ketemu penipuan kau. Saya sedih kalau yang sekarang pejabat masih coba korupsi. Cepat ketahuan,” pungkas Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Tegaskan Perang Melawan Korupsi

Sebelumnya dilaporkan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi serta memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3/2026).

“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu, saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas Presiden.

Kepala Negara menilai praktik penyalahgunaan wewenang dan kolusi dapat menyebabkan kebocoran keuangan negara. Presiden menuturkan bahwa hal tersebut berpotensi mengurangi kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana dan krisis global.

“Korupsi penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara, ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ucap Presiden. (Calvin G. Eben-Haezer)

 

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles