Rabu, 17 Juni 2026

GASPOL NIH..! Investor China Kucurkan Rp 15 Triliun untuk Industri Kendaraan Listrik di Kendal

JAKARTA – Investasi senilai sekitar Rp 15 triliun dari investor asal China mengalir ke sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Investasi tersebut akan digunakan untuk mengembangkan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal.

Masuknya investasi itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT KIA Kendal dan PT New Generation Mobility (NGM), serta PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari di Kantor Gubernur Jawa Tengah, dikutip Bergelora.com di Jakarta (16/6/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah awal pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik yang mencakup berbagai sektor pendukung, mulai dari baterai, ban, hingga komponen kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan investasi tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap Jawa Tengah tetap tinggi meski dunia tengah menghadapi tantangan geopolitik dan tekanan ekonomi global.

Menurut dia, investasi di sektor kendaraan listrik tidak hanya akan memperkuat industri manufaktur, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat.

“Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menetapkan energi terbarukan,” kata Luthfi

Ia menilai pengembangan industri kendaraan listrik sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan mempercepat transformasi industri menuju ekonomi hijau.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal Bryan W Sudarwo mengatakan investasi tersebut akan menjadikan Kendal sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut Bryan, kawasan industri yang dikembangkan akan mengintegrasikan rantai pasok kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

“Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.

Bryan memperkirakan proyek pengembangan kawasan industri tersebut dapat menyerap hingga 10.000 tenaga kerja. Ia memastikan tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen.

“Tenaga lokal kita utamakan. Pasti itu. Nanti akan ada transfer teknologi. Kami juga dorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen, jadi kita pakai semua sumber daya lokal,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan PT NGM Hadi Hartanto menjelaskan Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki posisi strategis di Pulau Jawa, kondisi sosial yang kondusif, serta kemudahan berusaha yang dinilai menarik bagi investor.

“Mungkin jodoh. Kemudian keamanan sosial, di Jateng lebih aman dan tentram. Juga adanya KEK (Kawasan Ekonomi Kendal) yang memasukkan banyak investor, juga kemudahan perizinan yang bagus di Jateng,” ujar Hadi.

Ia menambahkan industri kendaraan listrik di Indonesia memiliki prospek besar dalam jangka panjang. Karena itu, pengembangan industri EV harus dilakukan secara terintegrasi, termasuk pada sektor motor listrik, sistem elektrikal, dan baterai.

“Tiga hal ini harus kuat kalau ingin mendorong transformasi ke kendaraan listrik,” kata Hadi. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles