Sabtu, 2 Mei 2026

AWAS BEIBZ…! Lawan COVID-19 Dalam Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Malah Sebabkan Sindrom Ini

JAKARTA- Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson menjadi rujukan warga yang enggan divaksin dua kali. Namun ternyata vaksin ini diduga menyebabkan kelainan kekebalan tubuh langka.

Vaksin COVID-19 memiliki karakteristik yang berbeda-beda namun semuanya harus diberikan dalam dua kali suntikan untuk mencapai efek kekebalan optimal. Namun berbeda dengan vaksin Johnson & Johnson yang menunjukkan efikasi yang cukup baik meski hanya dengan sekali suntikan.

Meski demikian, pada Senin (12/7) kemarin, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengumumkan bahwa vaksin tersebut harus diwaspadai terutama dari segi efek sampingnya. Sebab rupanya vaksin Johnson & Johnson diduga mampu meningkatkan potensi penerimanya mengalami gangguan sistem saraf langka bernama Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Gejala ini, dilansir dari CGTN, disebut mulai muncul sekitar 6 pekan setelah vaksinasi. GBS merupakan kelainan sistem imunitas ketika sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel saraf dan menyebabkan kelemahan otot, bahkan beberapa kali kelumpuhan sementara.

Kendati demikian, otoritas kesehatan mengklaim efek samping ini hanya salah satu risiko kecil yang bisa dialami penerima vaksin. Dengan kata lain, kemungkinan yang mengalami efek samping semacam ini hanya sejumlah kecil dari yang menerima vaksin.

Sebagai contoh, saat ini sudah ada 12,8 juta penerima vaksin Johnson & Johnson di AS. Namun hanya sekitar 100 laporan awal yang diterima yang terkait dengan GBS, hanya saja 95 di antaranya berakhir sebagai kasus serius dan satu yang lain meninggal dunia.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menyebut kelainan GBS ini kebanyakan dilaporkan pada penerima vaksin berjenis kelamin laki-laki berusia di atas 50 tahun. Atas peringatan ini pula, Johnson & Johnson tengah mendiskusikannya lebih lanjut kepada FDA dan badan-badan kesehatan lain.

Sejauh ini peringatan hanya diberikan lewat pamflet yang dibagikan sebelum menerima suntikan vaksin Johnson & Johnson. Penerima wajib mengamati kondisi bila mengalami seperti sensasi geli, kesulitan berjalan, sampai pandangan berkunang-kunang.

FDA menegaskan bahwa kondisi ini hanya dialami oleh penerima vaksin Johnson & Johnson alih-alih vaksin COVID-19 yang awam di AS lain seperti Pfizer dan Moderna. Sedangkan badan kesehatan Eropa juga sempat menyampaikan peringatan serupa namun untuk vaksin AstraZeneca. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles