Dia menuturkan, Y20 menjadi sarana bagi para pemimpin muda untuk berdiskusi mengenai isu-isu paling mendesak yang dihadapi pemuda, khususnya di empat area prioritas pembahasan, yaitu ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta isu keberagaman dan inklusi.
“Tantangan hari ini jauh lebih besar, yakni ketahanan kesehatan, disrupsi digital, dan krisis global supply chain. Tantangan ini perlu dipersiapkan dan dihadapi bersama agar anak muda mampu menjadi agen perubahan,” kata Erick dikutip Minggu (24/4/2022).
Kepada Bergelora.com dil Jakarta dilaporkan, sementara untuk menghindari kapitalisasi asing terhadap market digital di Tanah Air, Erick meminta perusahaan BUMN mendorong generasi muda mengambil peran dalam ekosistem teknologi. Peran ini berupa memfasilitasi ide kreatif milenial yang direalisasikan dalam satu platform digital.
Dia meyakini ide kreatif anak muda mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru atau ekonomi digital. Menurutnya, Indonesia tak cukup hanya mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDM), tapi juga memperkuat ekosistem digital. Dengan kata lain, pertumbuhan makro ekonomi Indonesia juga berdasarkan kemampuan dan kecakapan bangsanya, sehingga harus didorong. (Enrico N. Abdielli)