Rabu, 18 Mei 2022

AYO KERJAAA…! Presiden Jokowi Minta Lock Down Batasi Penyakit Kuku Mulut: Segera Bentuk Satgas!

JAKARTA- Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya kepekaan tinggi terkait krisis yang ada di Indonesia, mulai dari musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan, hingga penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak di Tanah Air. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada Senin (9/5), di Istana Negara, Jakarta.

Presiden minta Menteri Pertanian untuk melakukan lockdown dan menerapkan sistem zonasi lockdown agar pergerakan ternak dapat dicegah dengan baik.

“Saya juga minta Kapolri betul-betul menjaga ini di lapangan mengenai pergerakan ternak dari daerah-daerah yang sudah dinyatakan ada penyakit mulut dan kuku. Bentuk satgas sehingga jelas siapa nanti yang bertanggung jawab,” tegas Presiden.

Tak Menular Ke Manusia

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tak menular dari hewan ke manusia.

Menurutnya, wabah itu hanya menular antara hewan yang satu dengan yang lain.

“Terkait penyakit mulut dan kuku, kami diskusi dengan WHO dan badan kesehatan hewan bahwa penyakit mulut dan kuku domainnya di hewan. Tak ada yang loncat ke manusia,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/5).

Budi menjelaskan penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan berbeda dengan penyakit kaki, mulut, tangan, yang umumnya menyerang manusia.

Ia mengatakan penyakit ini lebih banyak diwaspadai penularannya pada kesehatan hewan.

“Khusus untuk virus mulut dan kuku virus ini adanya di hewan yang berkuku dua jadi sangat jarang yang melompat ke manusia, jadi tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya,” kata dia.

Melihat kondisi ini, Budi mengimbau masyarakat tidak panik. Diketahui, wabah ini tengah menyebar di Jawa Timur dengan menular ke hewan ternak seperti sapi.

Setidaknya terdapat 1.247 ekor hewan ternak di Jawa Timur terjangkit wabah PMK. Wabah itu telah menyebar di empat kabupaten di Jatim yaitu Kabupaten Lamongan, Mojokerto, Gresik dan Sidoarjo.

Tanda hewan terkena penyakit tersebut berupa demam tinggi 39-41 derajat celcius, keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa.

Kemudian terdapat luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri kuku lepas, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,184PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terbaru