Selasa, 28 April 2026

AYOOO…! Hari Ibu, PDIP Depok: Jangan Musuhi ODHA, Tapi Perlu Dirangkul

Sahat Farida, Ketua Bidang Perempuan dan Anak PDI Perjuangan Kota Depok dalam sebuah aksi di Depok. (Ist)

DEPOK-  Hingga Juli 2019, di kota Depok tercatat 1.079 orang yang terjangkit HIV AIDS yang tersebar di 11 kecamatan. Angka yang tinggi meski tidak bisa dibandingkan dengan jumlah penduduk keseluruhan di kota ini. Hal ini perlu menjadi perhatian untuk memastikan perlindungan kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

“Di hari ini kita juga melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai HIV AIDS, melalui perangkat kepengurusan partai mulai tingkat kecamatan hingga tingkat RW. Orang dengan HIV AIDS haruslah dirangkul, bukan dimusuhi,” Demikian, Sahat Farida, Ketua Bidang Perempuan dan Anak PDI Perjuangan Kota Depok kepada Bergelora.com di Depok, Minggu (22/12) dalam memperingati Hari Ibu.

Menurutnya, tidak ada gunanya memusuhi orang dengan HIV AIDS, justru harus dirangkul, diberikan semangat untuk melanjutkan hidup salah satunya dengan tertib berobat.

Ia menjelaskan, Kota Depok, meski telah menyabet penghargaan kota layak anak kategori Nindya, namun pada kenyataannya, lingkungan layak anak masih jauh api dari panggang. Begitu juga gambaran kota yang ramah bagi perempuan dan lansia. Perempuan di kota Depok dihantui oleh pelecehan seksual dan ketidakamanan di ruang publik. Begitu juga potensi pelecehan seksual yang dialami oleh siswa di sekolah, baik oleh teman sebayanya, maupun oleh orang dewasa.

“PDI Perjuangan aktif dalam merespon laporan pelecehan seksual yang dialami warga Depok, kami juga mendampingi mulai konseling healing bahkan peradilan,” ujarnya

Menurut dia, respon pemerintah kota atas pengaduan-pengaduan masalah ini belumlah maksimal, bahkan cenderung abai, khususnya pelecehan seksual yang terjadi di sekolah yang menimpa murid. Jika ada kasus di sekolah, pihak sekolah hingga pemerintah kota Depok cenderung menutupi, merasa hal ini adalah aib lembaga yang tidak perlu diketahui publik.

“Sekolah adalah salah satu ruang intervensi yang utama untuk membangun budaya setara, saling menghormati, penuh toleransi dan menjadi ruang aman tanpa pelecehan seksual. Bukannya korban disuruh diam, ditakut-takuti,” katanya.

Terkait HIV AIDS, Ikravany Hilman, Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Depok menyampaikan untuk tidak membuat kesimpulan bahwasanya penderita HIV AIDS adalah LGBT.

“Depok belum punya data pastinya, dari 1.079 kita harus cek betul bagaimana riwayat ia mendapatkan itu. Jangan penderita ODHA langsung dituding LGBT,”katanya.

“Yang harus diperhatikan oleh pemerintah kota Depok adalah, sudah sejauh mana pemeriksaan dan pendataan terhadap warga dilakukan? Sejauh mana Mobile VCT, Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya bisa mengcover pemeriksaan dan pendataan warga. Harusnya bisa dibuat data terintegrasi,” katanya.

Ikra yang juga ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Depok menegaskan, jika diperlukan penambahan anggaran untuk spesifik isu ini, akan diperjuangkan.

“Misal, apakah sudah cukup dengan 33 kader pendamping ODHA yang tersebar di 11 Kecamatan. Apakah sudah cukup dengan ketersedian anggaran berjalan? Kalo perlu ditambah, tentunya kita tambah,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini penduduk Kota Depok berjumlah 2.330.333 jiwa. Dengan perbandingan 1173102 laki-laki dan 1157231 perempuan.

Sebagai kota yang bersebelahan dengan Jakarta, Depok mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya. Menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk menciptakan kota yang aman dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat, dari aspek pendidikan,kesehatan, transportasi, ketersediaan lapangan kerja, hingga ketersediaan hunian. (Jamilah)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles