Sabtu, 24 Februari 2024

Bandara Malang Normal, Bromo Masih Erupsi

JAKARTA- Bandar udara Abdul Rahman Saleh di Malah telah beroperasi kembali sejak Selasa, 12 Juli  2016 pukul 08.40 WIB. Penerbangan dari dan ke Malang telah normal kembali. Hal ini disebabkan tidak ada gangguan abu vulkanik dari erupsi Gunung Bromo. Arah angin ke Barat Daya-Selatan menyebabkan abu vulkanik tidak mengarah ke bandara dan sekitarnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (12/7)

Sementara kepada Bergelora.com juga dilaporkan bahwa berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Bromo PVMBG, secara visual Gunung Bromo pada  Selasa (12/7) pukul 07.00 WiB, cuaca cerah-mendung, angin tenang, suhu 9-20°C.

“Gunung Bromo jelas-kabut. Asap kawah teramati kelabu kecoklatan sedang-tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap berkisar 300-800 meter dari puncak kawah kearah Barat daya-selatan. Seismisitas menunjukkan kenaikan dibandingkan kemarin. Tremor amplitudo maksimum 2-21mm dominan 3 mm. Belum ada tanda-tanda akan terjadi terjadi erupsi yang lebih besar,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa status masih Waspada (level II). Rekomendasi PVMBG dalam status WASPADA  masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Bromo. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mentaati semua rekomendasi saat berada di sekitar Gunung Bromo.

Banjir Bandang

Sementara itu sebelumnya BNPB juga memonitor bencana banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah pada hari ini (11/7). Bencana tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang turun pada malam (10/7) hingga pagi ini.  Wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terdampak hujan berintensitas tinggi berlokasi antara lain Lumajang, Mojokerto, Trenggalek, dan Malang.  

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto melaporkan insiden banjir yang terjadi di Dusun Sumberwaru, Kembangsari, Ngoro, Mojokerto pada Senin (11/7), pukul 01.00 WIB. Banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang dimulai sejak Minggu (10/7), pukul 21.00 WIB. Hujan mengakibatkan debit sungai meluap hingga jalan raya dan rumah warga. BPBD mencatat  270 KK terdampak banjir dengan ketinggian hingga 1 meter. Dua mobil dan 270 rumah warga terendam banjir. Namun demikian banjir terpantau surut pada pukul 05.00 WIB.  

Sementara itu, banjir dan longsor terjadi di wilayah Kecamatan Munjungan, Trenggalek pada Senin (11/7), pukul 02.00 WIB. BPBD Trenggalek memantau air telah surut pada pukul 04.00 pagi ini. Dampak bencana banjir mencakup lima dusun (di antaranya Dusun Pager, Gunung, Krajan, Domerto, Janti) di Desa Tawing, Munjungan, Trenggalek, sedangkan longsor di  Dusun Podang dan Bendoroto, Munjungan,Trenggalek.

Banjir di wilayah Munjungan merusak lahan pertanian dengan rincian Desa Bangun 2 ha, Bendoroto 5 ha, Tawing 7 ha, Munjungan 3 ha. Longsor di Dusun Podang berdampak kerusakan di SDN 1 Bendoroto, seperti 6 kelas, perpustakaan, dan fasilitas lain rusak. Bangunan yang tersisa tidak layak digunakan.

Kerugian lain di dusun ini terjadi pada jembatan yang memiliki panjang 15 meter. Kerugian jembatan ambles ditaksir sekitar Rp 1 milyar.

Bencana serupa terjadi Kabupaten Malang. BPBD Malang melaporkan banjir terjadi di Dusun Krajan Tengah, Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Malang pada Mingu (10/7) pada pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. BPBD setempat masih mendata kerugian materiil.

Banjir yang diakibatkan debit air Sungai Sitiarjo meluap hingga setengah tebing sungai. Anak sungai juga meluap ke arah jalan dengan ketinggian 0,5 meter. BPBD menginfokan akses jalan dari arah Pasar Sitiarjo ke barat/ Gunung Tumo terputus genangan air sungai kecil, untuk pasar sitiarjo ketinggian air 0,5 – 1 m yang di sebabkan meluapnya aliran sungai kecil di timur pasar karena tidak muatnya gorong-gorong di depan pasar. Di damping itu,genangan terjadi di beberapa titik karena luapan saluran irigasi seperti di sekitar Tugu Sitiarjo dan lapangan Sitiarjo. Namun demikian banjir telah surut dini hari tadi.

Masih di Kabupaten Malang, longsor terjadi di titik jalan menuju Desa Lebakharjo, Ampelgading pada Minggu (10/7) pukul 23.30 WIB. Tidak ada korban pada insiden ini dan BPBD masih melakukan pendataan kerugian materiil. Longsor berdampak pada akses jalan menuju Lebakharjo tertutup pada dua titik (Kemantren dan Tumpak Harapan).

Sementara itu, BPBD Lumajang melaporkan insiden tanah longsor terjadi di Desa Sumberwuluh, Candipuro pada Minggu (10/7), pukul 21.30 WIB. Desa yang berada pada Km 58 arah Lumajang mengakibatkan kemacetan lalu lintas pada jalur Lumajang – Malang. Namun demikian, jalur ini sudah dapat dilalui setelah personel gabungan membersihkan material longsor yang menutup akses jalan. BPBD setempat melaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil.

Menghadapi peristiwa banjir dan longsor, masing-masing BPBD telah merespon secara cepat dengan dukungan berbagai pihak seperti TNI, polisi dan dinas terkait. Penanganan di lapangan masih dilakukan seperti pendataan kerugian. BNPB menghimbau masyarakat untuk waspada menghadapi potensi bahaya banjir dan longsor, khususnya di wilayah dengan intensitas hujan tinggi. (Calvin G. Eben-Haezer)

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru