Senin, 22 Juli 2024

BANGUN KEMBALI INDUSTRI SUSU NASIOMAL…! Erick Thohir: 80 Persen Susu Masih Impor, Bagaimana Anak Indonesia Bisa Lebih Baik?

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah menggencarkan investasi di luar negeri untuk sektor peternakan. Sebab pelbagai produk turunan hasil peternakan, seperti susu, masih ditopang oleh impor.

“Selama itu bagian memperbaiki supply chain kita itu diharuskan, jangan sampai juga kita sekadar investasi hanya gaya-gayaan tapi itu harus menjadi bagian dari supply chain,” kata dia dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu, 7 September 2022.

Erick menekankan, investasi BUMN di luar negeri kudu bertujuan untuk memperbaiki rantai pasok. Ia mewanti-wanti agar aksi korporasi itu betul-betul memperhitungkan kebutuhan dalam negeri.

Dia pun mencontohkan investasi BUMN di sektor peternakan yang sangat dibutuhkan. Mayoritas daging sapi di Indonesia, tutur Erick, masih dipasok dari luar negeri. Begitu pun produk susu yang 80 persennya dipenuhi hasil impor.

“Susu saja kita 80 persen impor, bagaimana anak-anak Indonesia bisa lebih baik, secara pemikiran, badan yang sehat semua, ketika mayoritas impor makanya stunting masih tinggi,” ujar Erick.

Meski demikian, sebelum BUMN berinvestasi di luar negeri, Erick berpendapat berbagai institusi yang mengawasi keuangan negara mesti terlebih dulu menyamakan persepsi perihal risikonya. Dengan begitu, kerugian investasi tak melulu dianggap sebagai kerugian negara.

“Dari DPR, BPK, BPKP, Kejaksaan, kalau bisa mendukung jangan sampai ini dianggap kerugian negara, karena dalam investasi itu pasti ada risiko. Tapi kalau ini jadi kesepakatan bersama, sebagai blueprint nasional kita, kenapa tidak,” kata Erick.

Walau berisiko, Erick meyakinkan investasi BUMN di luar negeri tidak selau merugikan. Dia mencontohkan, perusahaan-perusahaan yang dimiliki pemerintah Cina, yang kini banyak berinvestasi di sektor otomotif. Perusahaan pelat merah asal tirai bambu itu mampu membangun industri otomotif berteknologi tinggi.

“Cina membeli banyak perusahaan mobil di luar negeri yang sekarang teknologinya di Cina, bahkan lebih bagus dari perusahaan yang mereka beli awalnya,” kata Erick.

Sebelumnya, Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda mengatakan pihaknya berupaya memperbaiki hulu pangan komoditas susu melalui keterlibatan rantai pasok makanan. Salah satunya dengan menyediakan bahan pakan sapi perah, seperti jagung, yang menjadi komponen terbesar. Langkah itu diambil untuk mendukung pemerintah memperkuat ekosistem pangan susu sapi dalam negeri.

“Diharapkan ini dapat membantu meningkatkan kualitas produksi susu yang dihasilkan,” kata Frans, 5 September lalu.

Pakan ternak sapi yang disediakan, Frans melanjutkan, akan dihasilkan dari hasil kemitraan dengan petani yang tergabung dalam Program Makmur. Dengan begitu, kata dia, program itu bisa memberi kepastian penyerapan petani mitra sehiingga dapat meningkatkan kesejahteraannya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru