Minggu, 16 Juni 2024

BERBONDONG-BONDONG NIH…! Putin Tawarkan Kewarganegaraan Rusia Jalur Cepat Bagi Semua Orang Ukraina

JAKARTA – Presiden Vladimir Putin pada Senin (11/7/2022) menandatangani dekrit yang memungkinkan setiap warga negara Ukraina untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan Rusia di bawah skema yang disederhanakan. Tindakan itu juga berlaku untuk orang-orang tanpa kewarganegaraan yang secara permanen tinggal di Ukraina serta warga dua republik Donbass, yang sebelumnya diakui oleh Rusia sebagai negara merdeka.

Warga Ukraina sekarang dapat mengajukan permintaan yang relevan tanpa perlu tinggal di Rusia selama lima tahun, untuk memiliki sumber pendapatan atau untuk lulus tes bahasa Rusia, sesuatu yang biasanya harus dilakukan orang asing sebelum mereka dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan Rusia.

Diwartakan RT, keputusan Putin itu mengubah prosedur yang sebelumnya diperuntukkan bagi warga Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk DPR dan LPR) serta penduduk dua wilayah Ukraina selatan yang telah berada di bawah kendali pasukan Rusia hampir sejak dimulainya konflik antara Moskow dan Kiev .

Sebelumnya pada 2019, prosedur yang disederhanakan diperkenalkan untuk orang-orang yang tinggal di wilayah yang dikendalikan oleh dua entitas Donbass, yang pada Februari diakui oleh Moskow sebagai negara berdaulat. Mereka dapat memproses dokumen kewarganegaraan mereka hanya dalam tiga bulan.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, pada Februari, 950.000 orang dilaporkan telah mengajukan aplikasi dan 770.000 di antaranya telah menjadi warga negara Rusia.

Dekrit Senin itu juga secara eksplisit menyatakan bahwa orang-orang yang bertugas di milisi Donbass dan otoritas penegak hukum setempat juga memenuhi syarat untuk mengajukan kewarganegaraan Rusia, dan bahwa status mereka sebagai personel militer asing tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk menolak kewarganegaraan mereka.

Pada Mei, dekrit lain menambahkan penduduk wilayah Zaporozhye dan Kherson di selatan Ukraina ke dalam orang-orang yang memenuhi syarat untuk skema kewarganegaraan.

Sebuah dokumen terpisah yang ditandatangani oleh presiden pada bulan yang sama membuat anak-anak yatim piatu dari republik Donbass dan Ukraina memenuhi syarat untuk diproses juga. Permohonan dapat diajukan atas nama mereka oleh wali atau keluarga angkat mereka.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Luhansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru