Senin, 15 Juli 2024

Bongkaaar…! Andi Arief Siap Dipanggil Bawaslu, Blejeti Sogokan Mahar Rp 1 Trilun Sandiaga Uno

Sekjend Partai Demokrat, Andi Arief (Ist)

JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menyatakan sudah siap dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dengan kesaksiannya atas sogokan mahar Sandiaga Uno pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing Rp 500 milyar. Hal ini ditegaskannya kepada Bergelora.com di Bandar Lampung, Selasa (14/8).

“Dengan sukacita saya akan hadiri panggilan Bawaslu untuk membongkar sogokan mahar pada kedua partai tersebut oleh Sandiaga Uno. Biar rakyat tahu siapa mereka sebenarnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan lagi bahwa pernyataannya itu disampaiakan setelah mendengarkan laporan dari tim kecil Partai Demokrat yang terdiri dari Mantan Menteri Menkumham Amir Syamsuddin, Mantan Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hassan, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

“Mereka laporan langsung kepada Ketua Umum SBY dan saya. Masak kita meragukan pak Amir dan pak Syarif Hassan?” ujarnya.

Tim kecil Partai Demokrat menurutnya melaporkan hasil pertemuan dengan Tim Kecil Partai Gerindra yang terdiri dari, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier dan Anggota DPR-RI Zuhmi Dasco Ahmad.

“Dalam pertemuan mereka, Fadli Zon dan Fuad Bawazier menjelaskan bahwa, Prabowo menerima kehendak Sandiaga Uno untuk menjadi cawapresnya dengan mahar ke PKS dan PAN masing masing Rp 500 milyar. Masak kita meragukan Fadli Zon dan Fuad Bawazier?” ujarnya.

Jadi setelah memanggil menurutnya, Bawaslu bisa segera memanggil semua yang terkait sampai memanggil Prabowo, Sandiaga Uno dan menanyakan siapa dari PKS dan PAN yang menerima dana masing masing Rp 500 milyar.

“Ini skandal besar jika dibiarkan dan akan mencoreng demokrasi dan Pemilu yang akan berlangsung,” tegasnyas.

Sebelumnya, Bawaslu menerima dua laporan terkait dugaan mahar Rp 500 miliar yang dilakukan Sandiaga Uno. Bawaslu mengatakan akan meminta klarifikasi kepada pihak terkait.

“Hari ini kan ada laporan yang diserahkan Bawaslu, kemudian Bawaslu akan klarifikasi para pihak yang diduga akan dipanggil,” ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (14/8).

Fritz mengatakan pemanggilan ini bisa dilakukan minimal dua hari setelah penerimaan laporan. Ia berharap pihak yang diundang dapat hadir memberikan keterangan.

“Secara patut (pemanggilan) dua hari kerja minimal. Baru pasal mana yang dilanggar, saksi siapa yang dipanggil siapa saja,” kata Fritz.

“Kami berharap para pihak yang diundang hadir dan tidak menolak undangan Bawaslu sehingga yang nggak jelas bisa kita pertegas,” sambungnya.

Fritz mengatakan nantinya, bila terbukti, akan dikenai sanksi sesuai dengan UU 7 Tahun 2017 Pasal 228 tentang Pemilu. Di antaranya parpol tidak dapat mencalonkan seseorang pada pemilu berikutnya.

“Pasal 228 yang paling mungkin parpol tidak bisa calonkan partai di tahapan berikutnya. Berkaitan (sanksi) dengan parpol tapi tidak dengan paslon. Sekali lagi, ini harus mengacu klarifikasi yang dilakukan Bawaslu apakah hanya pasal 228 ataukah melebar,” kata Fritz.

Diketahui, Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin dan LSM Federasi Indonesia Bersatu melaporkan Sandiaga ke Bawaslu terkait adanya dugaan mahar Rp 500 miliar ke PKS dan PAN. Kedua laporan ini diberikan dengan bukti tulisan Andi Arief di akun Twitter-nya.

Andi Arief sebelumnya memblejeti Sandiaga soal setoran Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk menjadi cawapres Prabowo.

“Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres,” ujar Andi Arief. (Salimah)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru