Jumat, 25 September 2026

BUBARIN SEKOLAH2 KEDINASAN..! Suahasil Buka Suara soal Anggaran Sekolah Gratis Ala Prabowo

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara buka suara soal rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan negeri dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Suahasil mengatakan pemerintah masih menyusun grand design pendidikan sebelum menentukan kebutuhan anggarannya.

Ia mengatakan pemerintah akan mengevaluasi penggunaan total anggaran pendidikan yang mencapai sekitar Rp824 triliun per tahun. Anggaran tersebut tersebar di pemerintah pusat dan daerah.

“Kita melihat bahwa Rp824 triliun ini, kan ada yang di pusat, ada yang masuk ke APBD,” ujar Suahasil dalam konferensi pers di Gedung BI, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (25/9).

Menurutnya, anggaran pendidikan di pemerintah pusat tersebar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Agama, serta sejumlah kementerian lainnya.

Suahasil mengatakan pemerintah kini melihat kembali desain dan hasil dari anggaran pendidikan yang selama ini telah berjalan.

“Ini yang kita lihat, desainnya seperti apa? Lalu output dari pendidikan kita, terutama setelah kita menjalankan anggaran pendidikan 20 persen, itu seperti apa output yang kita dapat sekarang?” katanya.

Ia mengatakan evaluasi tersebut mencakup angka partisipasi pendidikan hingga hasil Programme for International Student Assessment (PISA).

“Kita tahu output kita, angka partisipasi kasar sekian, angka partisipasi murni sekian, PISA skor kita sekian, dan seterusnya. Jadi arahan dari Bapak Presiden adalah untuk membuat grand design,” ujarnya.

Menurut Suahasil, pemerintah akan melihat secara menyeluruh penggunaan anggaran pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

“Grand design, coba lihat lagi, uang Rp824 triliun satu tahun, tahun depan, itu bukan uang yang kecil. Bagaimana mendapatkan manfaat yang maksimal dari situ?” katanya.

Evaluasi juga akan mencakup berbagai program pendidikan yang sudah berjalan, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, sekolah terintegrasi hingga LPDP.

“Kita desain dulu, tapi saya rasa arahan dari Bapak Presiden untuk melihat lagi secara komplit, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, lalu ekosistem yang kita miliki sekarang, ada Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, sekolah terintegrasi, lalu kemudian ada LPDP, ada ekosistem yang luar biasa,” tutur Suahasil.

Lebih lanjut, Suahasil menegaskan pemerintah masih mengerjakan desain tersebut dan belum merinci kebutuhan anggaran khusus untuk program pendidikan gratis.

“Kita sedang kerjakan, dan pasti akan kita sampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Daftar 39 Sekolah Kedinasan di Indonesia, Bisa Langsung CPNS

Kepada Bergelora.com di Jakarta pada tahun 2024 dilaporkan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah salah satu profesi yang diidamkan oleh sejumlah masyarakat Indonesia. Proses seleksi masuk yang tidak mudah membuat sejumlah orang mempersiapkan banyak hal demi bisa menjadi Calon PNS (CPNS), salah satunya dengan memilih perguruan tinggi.

Selain Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), ada banyak sekolah kedinasan di bawah Kementerian atau Lembaga Negara yang bisa dipilih oleh masyarakat Tanah Air untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mendapat peluang tinggi sebagai CPNS.

Sekolah kedinasan pun terbagi menjadi dua jenis, yakni sekolah kedinasan berstatus ikatan dinas dan sekolah kedinasan berstatus non-ikatan dinas. Dua jenis sekolah kedinasan ini penting untuk diketahui agar tidak salah langkah. Lantas, apa perbedaannya?

Sekolah Kedinasan Bersatus Ikatan dinas dan Non Ikatan Dinas

Sekolah kedinasan berstatus ikatan dinas adalah sekolah yang para mahasiswanya akan langsung diangkat menjadi pegawai di Kementerian atau Lembaga Negara setelah menyelesaikan studi alias lulus.
Sejumlah Kementerian yang menaungi jenis sekolah ini adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara itu, sekolah kedinasan berstatus non-ikatan dinas adalah sekolah yang mahasiswanya tidak langsung diangkat menjadi pegawai di Kementerian atau Lembaga Negara setelah menyelesaikan studi.

Meskipun demikian, alumni lulusan sekolah kedinasan non-ikatan dinas memiliki peluang besar jika ingin mendaftar sebagai CPNS. Berikut daftar sekolah kedinasan di Indonesia berdasarkan jenis atau kategorinya.

Sekolah Kedinasan dengan Status Ikatan Dinas

  1. Politeknik Keuangan Negara STAN. Sekolah Kedinasan di bawah naungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan
  2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sekolah Kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri
  3. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG). Sekolah Tinggi di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  4. Politeknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Polstat STIS). Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS)
  5. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN)
  6. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip). Sekolah Kedinasan di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
  7. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Sekolah Kedinasan di bawah naungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
  8. Politeknik Imigrasi (Poltekim). Sekolah Kedinasan di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
  9. Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM). Sekolah ikatan dinas untuk lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) alias setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
    • SUPM-Pariaman, Sumatera Barat
    • SUPM-Kota Agung, Lampung
    • SUPM-Tegal, Jawa Tengah
    • SUPM-Bone, Sulawesi Selatan
    • SUPM-Pontianak, Kalimantan Barat
    • SUPM-Waiheru, Maluku
    • SUPM-Sorong, Papua Barat
    • SUPM-Kupang, Nusa Tenggara Timur
  10. Politeknik Transportasi Darat Indonesia Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI STTD). Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan.

20 Sekolah Kedinasan dengan Status Ikatan Dinas di Bawah Naungan Kementerian Perhubungan

  1. Politeknik Pelayaran Malahayati
  2. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug
  3. Politeknik llmu Pelayaran Makassar
  4. Politeknik Pelayaran Surabaya
  5. Politeknik Pelayaran Sumatera Barat
  6. Politeknik Pelayaran Banten
  7. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi
  8. Politeknik Pelayaran Barombong
  9. Politeknik Pelayaran Sorong
  10. Politeknik Pelayaran Sulawesi
  11. Politeknik Penerbangan Medan
  12. Politeknik Penerbangan Makassar
  13. Politeknik Penerbangan Surabaya
  14. Politeknik Penerbangan Palembang
  15. Politeknik Penerbangan Jayapura
  16. Politeknik Transportasi Darat Bali
  17. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal
  18. Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan, Palembang
  19. Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  20. Politeknik llmu Pelayaran Semarang
  21. Sekolah Tinggi llmu Pelayaran Jakarta

Sekolah Kedinasan dengan Status Non-Ikatan Dinas

1. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

  • Politeknik Pekerjaan Umum Semarang

2. Kementerian Sosial

  • Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

3. Kementerian Kelautan dan Perikanan

  • Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sidoarjo, Jawa Timur
  • Politeknik KP Bitung, Sulawesi Utara
  • Politeknik KP Sorong, Papua Barat
  • Politeknik KP Karawang, Jawa Barat
  • Politeknik KP Kupang, Nusa tenggara Timur
  • Politeknik KP Bone, Sulawesi Selatan
  • Politeknik KP Pangandaran, Jawa Barat
  • Politeknik KP Jembrana, Bali
  • Politeknik KP Dumai, Riau

4. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

  • Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta
5. Kementerian Perdagangan
  • Akademi Metrologi dan Instrumentasi
6. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas)

7. Kementerian Pertanian

  • Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma)
  • Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
  • Politeknik Pembangunan Pertanian Malang
  • Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Serpong

8. Kementerian Komunikasi dan Informatika

  • Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta

9. Kementerian Kesehatan

  • Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Aceh
  • Poltekkes Kemenkes Bandung
  • Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Poltekkes Kemenkes Banten
  • Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Poltekkes Kemenkes Jakarta I
  • Poltekkes Kemenkes Jakarta II
  • Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Poltekkes Kemenkes Jambi
  • Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Samarinda
  • Poltekkes Kemenkes Kendari
  • Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Poltekkes Kemenkes Malang
  • Poltekkes Kemenkes Maluku Ambon
  • Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Poltekkes Kemenkes Manado
  • Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Poltekkes Kemenkes Medan
  • Poltekkes Kemenkes Padang
  • Poltekkes Kemenkes Palangkaraya
  • Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Poltekkes Kemenkes Palu
  • Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang
  • Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Poltekkes Kemenkes Pekanbaru Riau
  • Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Poltekkes Kemenkes Sorong
  • Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  • Poltekkes Kemenkes Tanjung Pinang
  • Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Poltekkes Kemenkes Ternate
  • Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

10. Kementerian Pariwisata

  • Politeknik Pariwisata NHI BandungPoliteknik Pariwisata Bali
  • Politeknik Pariwisata Medan
  • Politeknik Pariwisata Makassar
  • Politeknik Pariwisata Palembang
  • Politeknik Pariwisata Lombok

(Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles