Rabu, 28 Februari 2024

Energi Nuklir Seharusnya Jadi Agenda G-20

Oleh: Dr Kurtubi *

SALUT atas persiapan yang sangat bagus bagi penyelenggaraan KTT G20 Di Bali. Tapi sayang, ada yang kurang. Ijinkan saya share pendapat dan saran.

Sebaiknya moment yang sangat penting dan menarik perhatian dunia ini, yang diselenggarakan di tengah adanya ancaman penggunaan senjata nuklir di Ukraina selain diselenggarakan di tengah kesepakatan dunia untuk memitigasi perubahan iklim yang disebabkan oleh kenaikan suhu bumi dengan mendorong penggunaan energi bersih bebas emisi karbon.

Sayang sekali Pemerintah tidak memanfaatkan Forum KTT G20 ini sebagai moment yang sangat tepat untuk mendeklarasikan kebijakan energi nasional berupa kebijakan “GO NUCLEAR FOR PEACE”. Karena hingga kini Indonesia belum punya PLTN.

Padahal dari 20 anggota G20, 17 negara sudah lama membangun dan memanfaatkan PLTN. Indonesia akan memanfaatkan perkembangan Teknologi Nuklir untuk mensejahterakan rakyatnya. bukan untuk membuat senjata nuklir.

Juga kita ketahui bahwa saat ini sedang terjadi perubahan dimana negara-negara yang menutup PLTNnya sebagai akibat kecelakaan Chernobyl dan Fukushima seperti Jerman, Swedia, Italia, Spanyol, Jepang. Kini mereka balik kembali menghidupkan, membangun dan memakai PLTN.

Sekarang dunia sedang berlomba untuk mulai membangun PLTN dengan teknologi dan disain generasi mutakhir, Generasi ke 4, yang sudah sangat aman menjamin kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Chernobyl dan Fukushima tidak akan terjadi lagi !!!

Masa pembangunannya lebih singkat dan listriknya non intermitten menyala 24 jam.

Sementara kita ketahui bahwa Indonesia punya cadangan bahan bakar nuklir (Uranium dan Thorium) yang besar yang hingga kini belum dimanfaatkan. Maka Dengan Kebijakan “Go Nuclear for Peace” Presiden Jokowi bisa mengingatkan dengan tegas kepada RUSIA dan AS termasuk negara-negara pemegang senjata nuklir di seluruh dunia,– untuk memanfaatkan teknologi nuklir untuk tujuan kesejahteraan dan perdamaian umat manusia, bukan untuk menghancurkan umat manusia dan peradabannya.

Sekaligus mengajak negara-negara G20 untuk berlomba berinvestasi dibidang Industri Nuklir membangun PLTN Generasi ke 4 di negara-negara berkembang. Indonesia dinyatakan terbuka untuk investasi dibidang industri nuklir.

* Penulis, Dr. Kurtubi,  pakar energi, Ketua Kaukus Nuklir Parlemen 2014 – 2019. Alumnus Colorado School of Mines, Institut Francaise du Petrole dan Universitas Indonesia

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru